Dua Media Dilaporkan BPN Prabowo ke Dewan Pers

Dua media nasional dilaporkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kepada Dewan Pers karena diduga tidak berimbang dalam menyampaikan berita terkait pernyataan capres dengan nomor urut 02 itu ketika debat capres perdana. Pemberitaan tersebut dianggap merugikan pasangan Prabowo-Sandi.

Hanfi Fajri dan satu rekannya sebagai Anggota BPN bidang Advokasi dan Hukum mewakili BPN memberikan laporan ke kantor Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019). Ia juga membawa serta beberapa bukti, termasuk screenshot dari berita yang dipersoalkan.

“Hari ini kita melaporkan dua media besar nasional yaitu kompas.com. Selain itu kami juga melaporkan media televisi yaitu Metro TV,” ucap Hanfi seusai pelaporan.

Dua media yang dilaporkan adalah Kompas.com dan Metro TV. Berita yang dilaporkan BPN adalah berita yang telah tayang pada media Kompas.com dengan judul CEK FAKTA: Prabowo Sebut Jawa Tengah Lebih Luas darl Malaysia, tertanggal 17 Januari 2019.

Sedangkan untuk Metro TV adalah konten dalam program Metro Pagi Primetime yang berjudul Prabowo: Jateng Lebih Luas Dari Malaysia tertanggal 18 Januari 2019 Pukul 06.10 WIB.

Kedua media tersebut dilaporkan lantaran memaknai pernyataan Prabowo sebagai luas wilayah. Dalam debat Prabowo mengatakan ‘Provinsi Jateng lebih besar dari Malaysia’.

“Sehingga maksud dari isi berita tersebut tidak sesuai dengan keterangan narasumber Bapak Prabowo. Karena penyampaian dari berita yang disampaikan oleh Metro TV dan Kompas.com itu tidak di-crosscheck pada narasumber apakah yang dimaksud Pak Prabowo itu lebih besar itu bicara luas ataupun bicara APBD ataupun terkait masalah data kependudukannya,” terang Hanfi.

“Makna dari Pak Prabowo itu di sini kan ‘lebih besar’ yang dimaksud itu adalah jumlah penduduknya, bukan luasnya,” imbuhnya.

Kubu paslon Prabowo-Sandiaga ini menganggap kedua media telah merugikan pihaknya. Hanfi menyinggung soal adanya keberpihakan.
“Maka seharusnya dalam pemberitaan seputar kandidat capres dan cawapres hendaknya diberitakan secara berimbang, tidak cenderung memihak pada kandidat capres dan cawapres,” kata dia.

Hanfi menyebutkan pemberitaan kedua media itu mengandung unsur upaya penggiringan opini publik yang dapat menimbulkan paradigma negatif sehingga merugikan paslon Prabowo-Sandi.

“Maka di situ kami melihat Metro TV dan Kompas.com tidak netral dalam menyampaikan berita tersebut. Sehingga tidak objektif. Sehingga menimbulkan paradigma negatif terhadap hasil debat capres dan cawapres itu menurut kita sangat merugikan juga, karena tidak objektif,” ungkap Hanfi.

BPN Prabowo-Sandiaga melaporkan Kompas.com dan Metro TV atas dugaan pelanggaran fungsi pers sebagai kontrol sosial di masyarakat yang tertuang dalam Pasal 6 UU No. 40 Tahun 1999 tentang Tugas dan Fungsi Pers. Keduanya juga dilaporkan telah melanggar pasal 1, 2, 3 dan 4 Kode Etik Jurnalistik.

 

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-4395756/bpn-prabowo-laporkan-dua-media-ke-dewan-pers

Photo by Expect Best from Pexels

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *