Dua Bos Tabloid Indonesia Barokah Dilaporkan ke Polisi

Dua pimpinan Tabloid Indonesia Barokah yakni Moch. Shaka Dzulkarnaen selaku Pemimpin Umum Tabloid Indonesia Barokah dan Ichwanuddin selaku Pemimpin Redaksi Tabloid Indonesia Barokah dilaporkan ke Bareskrim Polri. Yang melapor adalah seseorang dengan nama Andi Syamsul Bakhri.

Andi yang juga merupakan Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, memaparkan laporan ke pihak Kepolisian untuk mengungkap siapa aktor intelektual di balik peredaran tabloid Indonesia Barokah.

“Yang saya laporkan itu penanggung jawab dan pemimpin redaksi, tapi tujuan saya adalah untuk mengungkapkan siapa sebenarnya auktor intelektual dibalik tabloid Indoensia Barokah,” papar Andi ketika dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (29/1/2019) kemarin.

Pada tanggal 29 Januari 2019, laporan itu telah diterima dalam nomor LP/B/0120/I/2019/BARESKRIM.

Andi menganggap, Tabloid Indonesia Barokah tersebut tidak serta merta muncul begitu saja. Ia menengarai ada sebuah perencanaan yang mungkin saja sudah “digodog” sedemikian rupa.

“Menurut kantor Pos ada biaya 1,4 miliar untuk pengiriman ke pondok-pondok pesantren dan masjid di seluruh Pulau Jawa,” papar Andi.

“Berarti kalau dua orang ini nggak mungkin punya duit sebesar gitu, pasti ada auktor intelektual dibelakangnya yang membiayai ini,” lanjut Andi.

Lebih jauh, Andi berharap kepada pihak Kepolisian agar segera mengungkap siapa aktor intelektual dibalik penyebaran tabloid Indonesia Barokah tersebut.

Andi menganggap, tabloid Indonesia Barokah bukan merupakan sebuah perusahaan pers karena menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers lantaran tidak berbadan hukum serta tidak mencantumkan nama dan alamat percetakannya.

“Jadi tidak mungkin Dewan Pers mendata tabloid itu karena tidak ada badan hukumnya. Harapan saya supaya selembaran-selembaran gelap ini (tabloid Indonesia Barokah) harus diberantas karena itu mencemari media-media yang ada sekarang ini,” papar Andi.

Dua pemimpin tabloid Indonesia Barokah dilaporkan dengan sangkaan tindak pidana penyebaran berita bohong atau hoaks sebagaimana telah tertuang dalam Pasal 14 ayat (1) dan (2), serta Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2019/01/29/22425981/dua-pimpinan-tabloid-indonesia-barokah-dilaporkan-ke-bareskrim-polri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *