Disebut Hilang, Wakil Bupati Trenggalek Ada di Eropa

Mochammad Nur Arifin, Wakil Bupati Trenggalek tak diketahui kabarnya sejak 9 Januari 2019 kemarin. Bahtiar Baharuddin, Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri menyatakan pihaknya melayangkan surat ke Gubernur Jawa Timur Soekarwo untuk menanggapi hal tersebut.

Sejauh ini, ucap Bahtiar, Kemendagri hanya mengetahui ‘hilangnya’ Wakil Bupati itu sebagai tindakan meninggalkan tugas sebagai pimpinan daerah.

Ia menyebutkan pengiriman surat itu berdasarkan pada peraturan perundang-undangan terkait larangan kepala daerah dan wakil kepala daerah diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 mengenai Pemerintahan Daerah.

“Bagi kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah dikecualikan dari meninggalkan tugas dan wilayah kerja lebih dari 7 (tujuh) hari berturut-turut atau tidak berturut-turut dalam waktu 1 (satu) bulan tanpa izin menteri untuk gubernur dan wakil gubernur serta tanpa izin gubernur untuk bupati dan wakil bupati atau wali kota dan wakil wali kota, jika dilakukan untuk kepentingan pengobatan yang bersifat mendesak,” ungkap Bahtiar mengutip Pasal 76 ayat 1 huruf j seperti dikutip dari situs Kemendagri, Selasa (22/1).

Kemudian, ia jelaskan, permasalahan tersebut memiliki konsekuensi dikenakan sanksi secara bertahap sebagaimana telah diatur dalam Pasal 77 ayat (3), ayat (4), dan ayat (5) UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Pada ayat-ayat yang dimaksud, diterangkan tentang pejabat negara yang memberikan teguran atau sanksi kepada kepala daerah tingkat II yang meninggalkan tugas dan wilayah kerja lebih dari tujuh hari berturut-turut atau tidak berturut-turut dalam satu bulan tanpa izin.

Ia pun melansir soal tugas gubernur yang memiliki tugas pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah kabupaten/kota.

“Prinsipnya Kemendagri mendukung apa yang sudah dan yang akan dilakukan Gubernur Jawa Timur, menegakkan hukum pemerintahan daerah, sebagai bentuk pembinaan dan pengawasan Gubernur kepada Wakil Bupati Trenggalek, termasuk binwas kepada wali kota dan wakil wali kota, bupati dan wakil bupati lainnya di wilayahnya sesuai yang diatur dalam UU Pemda,” ucap Bahtiar.

Sebelumnya, Nur Arifin diberitakan tidak berada di wilayahnya sejak 9 Januari kemarin. Berangkat dari berita tersebut, Soekarwo telah melayangkan surat kepada Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak agar memberikan laporannya secara rinci.

Pada mulanya Gubernur Jawa Timur mendapat surat tentang Wakil Bupati Trenggalek tidak ada di tempat, dan tidak melaksanakan tugas selaku pejabat negara tanggal 9 sampai dengan 19 Januari 2019. Maka Gubernur Jawa Timur melayangkan surat ke Bupati Trenggalek agar memberikan laporan secara rinci.

“Laporan ini penting untuk kemudian dilanjutkan sebagai laporan Gubernur Jatim kepada Menteri Dalam Negeri. Karena sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Pasal 77 ayat 3 disebutkan bahwa kepala daerah yang meninggalkan tugas lebih dari tujuh hari tanpa izin mendapat teguran,” ucap Bahtiar.

Klarifikasi di Instagram

Setelah lama tidak ada kabar, Nur Arifin menyampaikan klarifikasi bahwa selama ini dia berada di Eropa. Melalui akun Instagramnya, Arifin mengaku melakukan perjalanan di Eropa dari 11-19 Januari.

Terimakasih untuk para cendekiawan Indonesia yang beruntung menjadi sebagian kecil masyarakat Indonesia yang bisa “study overseas”, salah satunya @ratihtwi wanita asal Trenggalek yang membukakan mata saya akan optimisme Trenggalek kedepan,” ungkap dia seperti dilansir dari akun Instagramnya yang diunggah pada Selasa pagi.

Dia menerangkan perjalanannya itu bukan dalam rangka dinas tetapi inisiatif pribadi dan biaya sendiri.

Saya sadar bukan siapa-siapa dan tidak punya kemampuan apa-apa untuk membawa perubahan. Tetapi bertemu mereka dan melihat dunia luar memberi tambahan energi untuk saya. Dan saya percaya silaturahmi dengan mereka bisa memberikan manfaat untuk Indonesia kedepan.”

Arifin juga melayangkan permintaan maaf terkait semua berita yang meresahkan masyarakat, bahkan ada yang khawatir dia diculik. “Iya, diculik istri saya @novitamochamad.

Sementara mengenai mekanisme birokrasi, Arifin menyatakan sudah menjalankannya dengan memberitahu tentang kepergiannya itu.

Dijalankan dengan tepat oleh Pemkab beserta seluruh jajaran merespon kepergian saya. Adapun mekanisme birokrasi sudah dijalankan dengan tepat oleh Pemkab beserta seluruh jajaran merespon kepergian saya.”

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190122065156-20-362680/disebut-hilang-wabup-trenggalek-mengaku-ada-di-eropa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *