Uang Sekitar Rp 7 Miliar Dibungkus Plastik Ditemukan KPK di Kantor KONI

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora) dan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI) tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) mengamankan uang sekitar Rp 7 miliar.

Saat tim KPK bergerak ke kantor KONI uang tersebut ditemukan dalam bungkusan plastik. Febri Diansyah selaku Juru Bicara KPK menerangkan uang tersebut merupakan bagian dari pencairan dana hibah Kemenpora ke KONI. Secara keseluruhan total dana hibah mencapai Rp 17,9 miliar.

“Itu adalah uang pencairan dari bantuan hibah di periode Desember, ya. Jadi ada pencairan di Desember ini ada dua kali pencairan dan totalnya Rp 7,9 miliar. Itu yang ditemukan di KONI,” kata Febri dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/12/2018).

“Yang kami pandang normal adalah ada pencairan melalui sarana perbankan dari Kemenpora ke KONI. Tetapi entah dengan alasan apa kemudian dilakukan pencairan uang sampai cash sebesar Rp 7 miliar sekian tersebut,” imbuh Febri.

Febri melanjutkan,KPK akan menyelidiki lebih lanjut apakah uang sekitar Rp 7 miliar itu berkaitan dengan kesepakatan awal komitmen fee terhadap sejumlah pejabat Kemenpora sekitar Rp 3,4 miliar.

“Dan sisanya diduga masih ada keterkaitan dan dbutuhkan sebagai bukti awal yang kami sita lebih lanjut untuk pembuktian perkara,” paparnya.

Lima tersangka dalam kasus ini antara lain Mulyana, Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Adhi Purnomo pejabat pembuat komitmen pada Kemenpora dan Eko Triyanto staf Kemenpora, ketiganya diduga sebagai penerima suap.

Dua lainnya yaitu Ending Fuad Hamidy, Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Jhonny E Awuy, Bendahara Umum KONI. Keduanya diduga sebagai pemberi suap.

Kelima tersangka tersebut terjerat dalam dugaan suap terkait penyaluran dana hibah dari Kemenpora ke KONI Tahun Anggaran 2018. Diduga Mulyana menerima uang dalam ATM dengan saldo kurang lebih Rp 100 juta.

Diduga Ia sebelumnya juga telah menerima pemberian lainnya, yaitu uang Rp 300 juta, 1 unit mobil Toyota Fortuner dan 1 unit ponsel pintar Samsung Galaxy Note 9.

Sedangkan Adhi dan Eko diduga mendapatkan pemberian sekitar Rp 318 juta dari pejabat KONI terkait penyaluran dana hibah Kemenpora ke KONI.

“Di tahap awal diduga KONI mengajukan proposal kepada Kemenpora untuk mendapatkan dana hibah. Diduga pengajuan dan penyaluran dana hibah sebagai akal-akalan dan tidak didasari kondisi yang sebenarnya,” ucap Saut Situmorang, Wakil Ketua KPK.

Adapun total dana hibah sekitar Rp 17,9 miliar. KPK menduga telah ada kesepakatan sebelum proposal diajukan untuk mengalokasikan fee sebesar 19,11 persen dari total dana hibah Rp 17,9 miliar, yaitu sekitar Rp 3,4 miliar.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2018/12/20/05050031/kpk-temukan-uang-sekitar-rp-7-miliar-dibungkus-plastik-di-kantor-koni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *