Tidak Yakin Perdamaian AS-China, Mata Uang Asia Termasuk Rupiah Rontok

Pada perdagangan pasar spot pagi ini, Rabu (5/12) nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.388 per dolar Amerika Serikat(AS) . Posisi ini melemah 0,68 persen atau 97,5 poin dari kemarin sore, Selasa (4/12) di Rp14.292 per dolar AS.

Seluruh mata uang di kawasan Asia kompak bersandar di zona merah. Ringgit Malayisa minus 0,27 persen, won Korea Selatan melemah 0,59 persen, dan peso Filipina minus 0,23 persen.

Kemudian, yen Jepang minus 0,09 persen, baht Thailand melemah 0,11 persen, dolar Hong Kong minus 0,03 persen, dolar Singapura minus 0,08 persen.

Mata uang utama negara maju pun ikut melemah. Dolar Kanada minus 0,09 persen, dolar Australia melemah 0,44 persen dan poundsterling Inggris minus 0,08 persen.

Lalu, euro Eropa minus 0,06 persen, franc Swiss melemah 0,08 persen, dan rubel Rusia minus 0,02 persen

Reza Priyambada, Analis CSA Research Institute memprediksi rupiah akan melemah sepanjang hari ini dikarenakan pasar kembali menanti kepastian dari kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve.

Penyebab lain pelemahan rupiah terjadi karena pasar mulai meragukan kesepakatan AS dan China yang menangguhkan rencana kenaikan tarif bea masuk impor bagi produk kedua negara.

“Sikap pelaku pasar kembali meragukan kesepakatan penangguhan. Ini memberi imbas pada pergerakan sejumlah mata uang Asia, termasuk rupiah,” terangnya, Rabu (5/12).

Sedangkan dari dalam negeri, sentimen pelemahan rupiah terjadi karena pasar mulai cemas akan penurunan kredit konsumsi sebagai efek dari kenaikan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia yang berubah drastis sepanjang tahun 2018 ini.

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181205085546-78-351225/ragukan-perdamaian-as-china-rupiah-dan-mata-uang-asia-rontok

Foto: https://pixabay.com/id/uang-rupiah-gaji-ekonomi-keuangan-3431772/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *