Rupiah Sentuh Rp14.239 per Dolar AS Berkat Perdamaian AS-China

Pada perdagangan pasar spot pagi ini, Senin (3/12) nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.239 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi ini menguat 0,44 persen atau 62 poin dari akhir pekan kemarin, Jumat (30/11) di Rp14.302 per dolar AS.

Di kawasan Asia, penguatan rupiah berada pada yang tertinggi kedua setelah won Korea Selatan yang menguat 0,47 persen. Begitu pula dengan mayoritas mata uang Asia lainnya.

Dolar Singapura ikut mengaut 0,19 persen, Baht Thailand 0,25 persen, peso Filipina 0,12 persen, dolar Hong Kong 0,03 persen, ringgit Malaysia 0,12 persen. Hanya mata uang yen Jepang yang melemah 0,03 persen dari dolar AS.

Begitu pula dengan sejumlah mata uang utama negara maju, mayoritas bersandar di zona hijau. Rubel Rusia menguat 0,63 persen, dolar Kanada 0,35 persen, dolar Australia 0,61 persen, euro Eropa 0,2 persen, dan poundsterling Inggris 0,11 persen, Hanya franc Swiss yang melemah 0,04 persen.

Reza Priyambada seorang Analis CSA Research Institute memproyeksi rupiah akan terus menguat pada hari ini karena sentimen penangguhan perang dagang antara AS dengan China yang disetujui pada pertemuan G20 di Buenos Aires, Argentina.

Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump sepakat menunda pemberlakuan tarif tambahan setelah melakukan negosiasi baru dengan tujuan mencapai kesepakatan dan menyelesaikan masalah dagang dalam waktu 90 hari.

Untuk produk-produk senilai US$200 miliar dari China, negeri Paman Sam setuju untuk tidak menaikkan tarif bea masuk impor sebesar 25 persen. Sedangkan Negeri Tirai Bambu sepakat untuk membeli sejumlah produk pertanian, energi, industri, dan lainnya dari AS.

“Pergerakan rupiah mencoba untuk tidak bergeming dengan adanya pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump,” ucapnya, Senin (3/11).

Di lain sisi, ada pula sentimen positif dari dalam negeri yang menopang rupiah, yaitu pernyataan Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia (BI) yang menyebut aliran modal asing yang masuk ke Indonesia (capital inflow) kian deras. Hal ini mampu memberi penguatan kepada mata uang Garuda.

Menurut data bank sentral nasional, capital inflow ke Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp34,25 triliun pada November 2018 secara bulan berjalan (month-to-date/mtd). Sedangkan secara tahun berjalan (year-to-date/ytd), capital inflow menyentuh angka Rp62,4 triliun pada Januari-November 2018.

Capital inflow juga mengalir ke pasar saham dengan nilai sebesar  Rp12,2 triliun pada November 2018.

 

“Langkah BI dan pemerintah untuk memanfaatkan perang dagang sebagai peluang meningkatkan investasi di dalam negeri diharapkan dapat menjadi sentimen positif untuk membuat rupiah melanjutkan penguatan,” terangnya.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181203084342-78-350618/perdamaian-as-china-bawa-rupiah-sentuh-rp14239-per-dolar-as

Photo by bady qb on Unsplash

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *