Rupiah Melemah ke Rp14.515 per Dolar AS Lantaran Minim Topangan

Pada perdagangan pasar spot Senin (10/12) pagi ini nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.515 per dollar AS. Posisi ini melemah 0,24 persen atau 35 poin dari akhir Jumat (7/12) lalu yang di Rp14.480 per dolar AS.

Rupiah melemah bersama beberapa mata uang lainnya d kawasan Asia seperti ringgit Malaysia minus 0,06 persen, peso Filipina minus 0,09 persen, won Korea Selatan melemah 0,41 persen, dan dolar Singapura minus 0,05 persen.

Sedangkan baht Thailand stagnan. Adapun dolar Hong Kong dan yen Jepang bersandar di zona hijau, dengan menguat masing-masing 0,01 persen dan 0,2 persen.

Sebaliknya, sebagian besar mata uang utama negara maju malah menguat dari dolar AS. Euro Eropa 0,15 persen, franc Swiss menguat 0,23 persen, dolar Kanada 0,08 persen, dan dolar Australia 0,01 persen.Hanya rubel Rusia dan poundsterling Inggris yang berada di zona merah, dengan melemah masing-masing 0,03 persen dan 0,01 persen.

Reza Priyambada, Analis CSA Research Institute memprediksi nilai tukar rupiah akan melemah pada awal minggu ini dengan bergerak di kisaran Rp14.527-14.545 per dolar AS.

Lantaran rupiah minim sentimen positif pada awal pekan. “Rupiah berpeluang kembali melemah karena tidak ada sentimen yang mendukung penguatan lanjutan,” kata dia, Senin (10/12).

Padahal sebenarnya sentimen dari dalam negeri pada akhir minggu lalu cukup positif untuk rupiah. Mulai dari defisit anggaran yang lebih kecil, penerimaan perpajakan yang akan lebih tinggi dari target, hingga cadangan devisa Indonesia yang meningkat.

Namun, ia menilai dibutuhkan sentimen positif baru yang bisa menopang kinerja kurs pada pekan ini.

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181210083234-78-352365/minim-topangan-rupiah-melemah-ke-rp14515-per-dolar-as

Foto: https://pixabay.com/id/uang-rupiah-gaji-ekonomi-keuangan-3431770/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *