IHSG Anjlok 1% Imbas Perlambatan Ekonomi Global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diterpa tekanan jual yang kian besar, dibuka melemah 0,54%. IHSG sudah anjlok sebesar 1% ke level 6.028,25 pada pukul 09:08 WIB,.

Nasib IHSG sejalan dengan bursa saham utama kawasan Asia yang sebelumnya telah terlebih dahulu dibuka di zona merah.

indeks Shanghai turun 0,55%, Indeks Nikkei turun 1,08%, indeks Strait Times turun 1,17%, indeks Hang Seng turun 0,71%, dan indeks Kospi turun 0,66%.

Terdapat 2 hal yang menyebabkan pelaku pasar meninggalkan bursa saham kawasan Asia.

Pertama, kecemasan terkait perlambatan ekonomi global. Kecemasan ini muncul akibat negatifnya rilis data ekonomi yang ada.

Belum lama ini, pembacaan awal untuk data Manufacturing PMI zona Eropa versi Markit periode Desember diumumkan sebesar 51,4, lebih rendah dari konsensus yang sebesar 51,9, seperti dikutip dari Trading Economics.

Penjualan ritel di China juga hanya naik 8,1% YoY pada November, lebih lambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,6% sekaligus masih di bawah ekspektasi pasar sebesar 8,8%. Secara historis, pencapaian itu juga menjadi yang terlambat sejak Mei 2003.

Kemudian di China, produksi industri hanya tumbuh 5,4% YoY pada November, yang merupakan laju terlambat dalam hampir 3 tahun terakhir. Pertumbuhan bulan lalu juga lebih lambat daripada konsensus Reuters sebesar 5,9% YoY.

Faktor kedua yang menyebabkan pelaku pasar meninggalkan bursa saham kawasan Asia adalah pidato dari Xi Jinping, Presiden Tiongkok yang saat ini tengah berlangsung. Xi Jinping berpidato dalam peringatan 40 tahun dari “reform and opening up.”

18 Desember merupakan peringatan dari kesuksesan pemimpin China terdahulu Deng Xiaoping terkait merestrukturisasi ekonomi China.

Hal ini dilakukannya dengan memberi izin pihak individu untuk mempunyai kepemilikan dalam berbagai macam industri dan membuka akses bagi perusahaan asing terhadap perekonomian China.

Pidato dari Xi Jinping akan sangat berpengaruh terhadap hubungan dagang China dengan AS. Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, kedua belah pihak sudah menyetujui gencatan senjata selama 90 hari dalam bidang perdagangan.

Jika terdapat nada-nada perpecahan yang diucapkan Xi Jinping dalam pidatonya, maka AS bisa dibuat berang dan perang dagang bisa kembali tereskalasi.

 

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20181218090413-17-46854/perlambatan-ekonomi-global-bawa-ihsg-anjlok-1

Foto: https://pixabay.com/id/saham-perdagangan-monitor-bisnis-1863880/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *