Diterpa Sentimen Data Neraca Perdagangan IHSG Berpotensi Loyo

Realisasi data neraca perdagangan per November 2018 yang akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini, Senin (17/12) bakal menjadi patokan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kiswoyo Adi Joe selaku Kepala Riset Narada Kapital Indonesia memprekirakan neraca perdagangan November 2018 kembali defisit. Hal ini diakibatkan tidak lain karena ketergantungan Indonesia terhadap barang impor yang masih cukup tinggi.

“Neraca perdagangan masih akan defisit, jadi pada awal pekan IHSG melemah dulu nanti,” terang Kiswoyo.

Mengacu pada data BPS, Indonesia mengalami defisit sebesar US$1,82 miliar secara bulanan pada Oktober lalu. Jika diukur secara kumulatif sejak awal tahun hingga Oktober, jumlah defisitnya sudah sebesar US$5,51 miliar.

“Tapi kalau dilihat sepanjang pekan ujungnya bisa positif,” kata Kiswoyo.

Menurut ia, pada akhir tahun ini IHSG bisa menembus level 6.300. Namun, pada minggu ini indeks akan bergerak dalam level 6.000-6.250.

“Masih ada sentimen positif dari efekĀ window dressing,” ucap Kiswoyo.

Window dressingĀ merupakan sebuah strategi perusahaan manajer investasi dalam memperindah portofolio perusahaan pada akhir tahun. Hal ini memang sering terjadi di pasar saham bila sudah mendekati akhir tahun.

Sementara itu, Lanjar Nafi seorang Analis Reliance Sekuritas menyebutkan IHSG memang cenderung melemah bila diliat dari kacamata teknikal. Lantaran IHSG sudah berada di area jenuh beli (overbought).

“Diperkirakan IHSG bergerak melemah menutup gap diawal pekan dengan support resistance 6.110-6.180,” terang Lanjar dalam risetnya.

Sebagai informasi, IHSG pada akhir pekan lalu terkoreksi sebesar 0,12 persen atau 7,87 poin yang berakhir di level 6.169. Hanya saja, IHSG menguat tipis 0,71 persen sepanjang pekan lalu dari posisi pekan sebelumnya di level 6.126.

Sedangkan dari sisi global, pergerakan bursa saham Wall Street tampak negatif pada Jumat (14/12). Seluruh indeks ditutup di zona merah, khususnya S&P500 turun 1,91 persen, Dow Jones yang turun 2,02 persen dan Nasdaq Compsite turun 2,26 persen.

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181217080815-92-354144/ihsg-berpotensi-loyo-diterpa-sentimen-data-neraca-perdagangan

Foto: https://www.pexels.com/photo/airport-bank-board-business-534216/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *