Demokrat Tidak Yakin Prabowo Lebih Baik dari Jokowi Mengenai HAM

Rachland Nassidik, Wakil Sekjen Partai Demokrat menyebutkan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto belum tentu lebih baik dari Presiden Jokowi dalam aspek menghormati hak asasi manusia (HAM).

Menurut dia, tak ada yang sanggup menjamin Prabowo akan lebih menghormati HAM jika menang pada Pilpres 2019.

“Apakah Pak Prabowo akan lebih baik? Bukan jaminan. Belum tentu,” ungkap Rachland, Senin (10/12).

Dia tak menerangkan alasannya terkait hal tersebut. Rachland menyebutkan jika nantinya Prabowo terpilih menjadi presiden namun abai terhadap penuntasan kasus HAM, alangkah baiknya dia mendapat hukuman.

Menurut Racland hukuman yang patut diberikan adalah yakni tidak memilih kembali Prabowo di pilpres berikutnya. Dia menilai hukuman tersebut sesuai dengan prinsip pemilu.

“Ini kan pemilu, ya. Pemilu ini kan fungsinya untuk menghukum pemerintah yang dianggap buruk,” ucap Rachland.

Begitu pun dengan Jokowi. Rachland menganggap, Jokowi sudah terbukti abai terkait HAM. Dia merujuk pada kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang hingga kini tidak diketahui siapa pelakunya.

Tidak hanya itu, Rachland juga menyinggung janji Jokowi untuk merampungkan kasus pelanggaran HAM di masa lalu. Kata dia, itu pun tidak tuntas hingga kini.

“Janjinya tidak terealisasi. Pak Jokowi menurut saya harus dihukum dengan tidak dipilih lagi,” ungkap Rachland.

Harris Azhar, Direktur Lokataru mengatakan tidak ada satu pun capres di Pemilu 2019 yang peduli dengan HAM. Presiden yang terpilih nantinya merupakan hasil pemenang elektoral, bukan berarti presiden yang menghormati HAM.

“Enggak ada yang compatible terhadap HAM. Karena keduanya sama-sama tidak ramah terhadap HAM dengan berbagai variannya,” ucap Harris.

Menurut Harris, Jokowi tidak mampu  merealisasikan janjinya untuk menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu. Selain itu, dia juga menyebutkan kebebasan mengutarakan pendapat menjadi semakin sempit.

Prabowo sendiri dianggap sebagai tokoh yang diduga terkena kasus HAM di masa lalu. Hingga detik ini, lanjut Harris, belum ada proses hukum yang memuaskan.

“Justru nanti akan bingung jika Prabowo menang. Siapa yang mau ditunjuk jadi Jaksa Agung? Karena dia harus memeriksa Prabowo,” ungkap Harris.

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181210175954-32-352541/demokrat-tak-yakin-prabowo-lebih-baik-dari-jokowi-soal-ham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *