Peminjam Tidak Usah Mengembalikan Uang ke Fintech Ilegal Kata Kemenkominfo

Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemenkominfo)  menyebutkan, masyarakat yang meminjam uang melalui fintech ilegal tidak perlu mengembalikan pinjaman mereka.

pasalnya, perusahaan fintech tersebut tidak sah secara hukum atau ilegal. Dengan demikian, kegiatan maupun kesepakatan yang perusahaan itu jalankan juga ilegal.

“Jadi, peminjamnya itu pinjam aja sebanyak-banyaknya, sebab pihak pemberi pinjaman tidak resmi kok. Engga usah dibalikin. Kan ilegal,” kata Semuel, Senin (26/11/2018).

Semuel menghimbau kepada masyarakat untuk melaporkan fintech ilegal yang mereka ketahui ataupun merugikan mereka ke pihak berwenang, seperti Otoritas Jasa Keuangan ( OJK), Kemkominfo, dan Kepolisian.

“Jadi kalau fintech ilegal menagih utang, laporkan. Nanti pihak berwajib akan menangkap karena mereka tidak berizin. Seharusnya dia yang rugi, bukan masyarakat,” ungkap pria yang akrab disapa Semmy ini.

Laporan dari masyarakat, menurut dia, merupakan cara yang lebih mudah untuk memerangi fintech ilegal ini. Dia mengatakan, dengan masyarakat yang berani melaporkan fintech ilegal, hal itu akan membuat pelaku bisnis ilegal itu jera.

Kemudian, kalau pihak tersebut memang ingin berbisnis secara kontinyu, mereka akan mendaftarkan diri dan mengurus izin ke OJK.

Semmy juga menyarankan masyarakat untuk mengecek terlebih dahulu fintech yang terdaftar di OJK. Sampai saat ini, terdapat 73 fintech sudah masuk daftar.

Apabila nama fintech tidak ada dalam daftar OJK, maka lebih baik pindah ke yang sudah terdaftar.

“Masa bisa unduh aplikasi, tapi tidak bisa buka website OJK,” ucap Semmy.

 

Sumber:  https://ekonomi.kompas.com/read/2018/11/26/073100326/kemenkominfo-peminjam-tidak-usah-mengembalikan-uang-ke-fintech-ilegal.
Foto: https://www.pexels.com/photo/accounting-apps-bookkeeper-business-273691/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *