385 Aplikasi dan Situs Fintech Ilegal Diblokir Kemenkominfo

Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemenkominfo) menyebutkan telah memblokir 385 aplikasi dan situs financial technology ( Fintech) ilegal sejak tahun 2017 hingga Senin (26/11/2018).

Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo mengatakan, 385 fintech ilegal tersebut terdiri dari 76 situs web dan 309 aplikasi fintech.

Menurut dia, saat ini data yang berisi Domain Name Server (DNS) aplikasi dan nama situs web fintech ilegal tersebut telah diblokir.

Tetapi dari jumlah tersebut, terdapat satu situs dan dua aplikasi telah masuk ke daftar normalisasi. Pasalnya mereka sudah mendaftarkan diri ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Yang mengajukan pemblokiran OJK. Jadi, kalau mereka sudah melakukan pendaftaran ke OJK akan dinormalisasi,” ucap Semuel, Selasa (27/11/2018).

Pemblokiran oleh Kemenkominfo hanya berlaku untuk situs dan aplikasi yang ada di luar layanan digital seperti App Store dan Google Play.

Untuk aplikasi-aplikasi fintech ilegal yang tersedia di layanan Google Play dan App Store, Kemkominfo perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan perusahaan terkait.

“Sejauh ini, temuan dari OJK diajukan ke Kemkominfo, kami blokir. Kalau ada aplikasinya di Google Play, kami minta Google untuk tutup,” ucap Semuel.

Menurut Semuel, Google Indonesia telah menutup semua aplikasi yang diajukan Kemkominfo ke raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut.

Sumber: https://ekonomi.kompas.com/read/2018/11/27/091000326/kemenkominfo-blokir-385-aplikasi-dan-situs-fintech-ilegal.
Foto: https://www.pexels.com/photo/facebook-application-icon-147413/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *