Utang Selama 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK Dipakai untuk Apa?

Utang pemerintah pusat mengalami kenaikan selama empat tahun terakhir masa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla,.

Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan mengatakan, kenaikan utang dari 2015 sampai 2017 tercatat sebesar Rp 1.329 triliun atau jauh lebih tinggi ketimbang pemerintahan periode sebelumnya pada 2012-2014 yang utangnya naik Rp 799,8 triliun.

Lantas, selama empat tahun belakangan utang tersebut dipakai untuk apa saja? Sri Mulyani mengatakan, mayoritas utang pemerintah dialokasikan untuk mendorong sektor-sektor produktif yang bertujuan memperkuat pembangunan dalam negeri.

“Utang yang produktif itu digunakan untuk pembangunan di sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan,” ucap Sri Mulyani, Selasa (23/10/2018).

Sri Mulyani menerangkan, penggunaan utang untuk ketiga sektor tersebut tercermin dari peningkatan total alokasi anggarannya.

Seperti alokasi untuk sektor infrastruktur yang meningkat menjadi Rp 410,4 triliun tahun 2018 yang sebelumnya Rp 157,4 triliun tahun 2014.

Tambahan alokasi anggaran di sektor infrastruktur yang berasal utang tersebut termasuk melalui mekanisme Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

Tahun ini TKDD untuk infrastruktur naik menjadi Rp 184,1 triliun, jauh lebih tinggi ketimbang TKDD tahun 2014 sebesar Rp 14,4 triliun.

Peningkatan juga terjadi untuk sektor pendidikan, dari Rp 353,4 triliun tahun 2014 menjadi Rp 444,1 triliun tahun 2018.

Peningkatan alokasi di sektor pendidikan tercermin dari porsi pendidikan dalam TKDD yang sebelumnya Rp 230,5 triliun tahun 2014 naik menjadi Rp 279,5 triliun.

Adapun untuk sektor kesehatan, naik menjadi Rp 111 triliun pada tahun 2018  yang sebelumnya sebesar Rp 59,7 triliun tahun 2014.

Kenaikan porsi di sektor kesehatan yang melalui TKDD senilai Rp 29,5 triliun tahun ini di mana hanya sebesar Rp 4,2 triliun pada tahun 2014.

Kendati utang mengalami kenaikan, Sri Mulyani memastikan pengelolaannya tetap terkontrol dan selalu dengan prinsip kehati-hatian.

Sri Mulyani juga meyakini, penggunaan utang secara produktif bisa berkontribusi maksimal untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan perekonomian.

Dipastikan pemerintah juga menjaga rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada kisaran 30 persen.

Kisaran yang diusahakan itu jauh lebih rendah dari pada yang diamanatkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara, yaitu 60 persen terhadap PDB.

Sumber:  https://ekonomi.kompas.com/read/2018/10/23/165216426/dipakai-untuk-apa-utang-selama-4-tahun-pemerintahan-jokowi-jk.
Foto: https://www.pexels.com/photo/architecture-bridge-dawn-dusk-260590/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *