Jubir Jokowi-Ma’ruf Sebut Demi Pembangunan di Madura Tol Suramadu Digratiskan

Ace Hasan Syadzily, Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, mengungkapkan langkah Presiden Joko Widodo menggratiskan tarif tol Suramadu demi pembangunan di Pulau Madura.

Hal itu disampaikan Ace sebagai tanggapan permintaan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta Jokowi menerangkan alasan penggratisan tol Suramadu.

“Kita tahu Madura salah satu daerah yang tingkat ekonomi sangat jauh dibandingkan Surabaya dan justru mengalami kontraksi ekonomi. Nah kontraksi ini harus dimanfaatkan sedemikian rupa sehingga pemerataan (pembangunan) sampai ke Madura,” ucap Ace, Senin (29/10/2018).

Ia meyakini kebijakan Jokowi menggratiskan tarif tol Suramadu sudah melalui perhitungan yang tepat sehingga tak akan menimbulkan kerugian.

Ace menyebutkan, gagasan penggratisan tersebut sejatinya sudah masuk dari berbagai pihak sejak 2016 namun baru direalisasikan tahun ini.

Ace membantah ketika ditanya apakah keputusan tersebut diambil berkaitan dengan pertimbangan elektoral di Pilpres 2019.

“Jadi menurut saya kalau orang melihatnya secara politis ya pasti kapanpun akan dilihat secara politis, begitu. Kapanpun akan dilihat politis, ini pas kebetulan menjelang 2019 pasti dinilainya juga gitu,” kata Ace.

“Jadi biarkan saja orang mau melihat secara politis, yang penting rakyat senang dan tidak membebani pemerintah itu sendiri,” tambah dia.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo telah resmi membebaskan tarif tol Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) menjadi jembatan non tol di atas Jembatan Suramadu pada Sabtu sore (27/10/2018).

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi bercerita mengenai masukan dan saran yang selama ini dilakukan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Ikatan Keluarga Madura (Ikama) untuk mengkaji tarif biaya tol, baik untuk roda dua dan roda empat.

Pada 2015 lalu, menurut Jokowi, pihaknya menerima banyak masukan dan saran dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh ulama, dan Ikama agar sepeda motor digratiskan saat itu. “Itu tahun 2015. Dan setelah kami hitung, kami kaji, kami gratiskan,” kata Jokowi.

Selanjutnya, pada 2016, lanjut Jokowi, juga ada masukan dan usulan lagi supaya tarif tol untuk roda empat dipotong 50 persen.

“Dan kami juga putuskan pada 2016 lalu, (biaya tol kendaraan roda empat) dipotong separuh,” terangnya. Tetapi, ungkap Jokowi, dari hasil perhitungan yang ia lihat, pemotongan tarif tol 50 persen itu dianggap belum memberi dampak pertumbuhan ekonomi kepada Madura.

“Dengan adanya usulan dan desakan dari tokoh-tokoh agama, ulama, kiai dan juga tokoh-tokoh masyarakat dari Ikama, pada hari ini saya memutuskan tol Suramadu akan menjadi jembatan non tol biasa,” ucap Jokowi.

Sumber:  https://nasional.kompas.com/read/2018/10/30/08251671/jubir-jokowi-maruf-sebut-penggratisan-tol-suramadu-demi-pembangunan-di.
Foto: https://pixabay.com/en/surabaya-bridge-suramadu-sky-java-695665/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *