Hati-hati dengan Lintah Darat Online

Dinamika kehidupan manusia memang berliku-liku, tidak bisa diprediksi, kadang diatas seringnya dibawah, eaakk curhat. Namun, perjalanan seorang anak manusia memang penuh dengan kejutan, macem Tong Sam Chong dkk yang pergi mengambil kitab suci.

Ada kejadian mendesak dimana kita sangat membutuhkan uang tunai dengan cepat, misalnya ketika  mengalami musibah seperti gempa,banjir atau kecelakaan. Ada juga kebutuhan darurat lainnya seperti membayar uang sekolah, modal usaha dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, semua kondisi darurat tersebut bisa diantisipasi dengan berbagai cara. Misalnya seperti menyisihkan sebagian pendapatan untuk kondisi darurat atau memanfaatkan jasa asuransi.

Hanya saja, harus diakui tidak semua orang mau dan mampu mengelola risiko keuangan seperti itu. Dan akibat dari kurang maksimal dalam pengelolaan risiko finansial tidak sedikit. Salah satunya adalah hutang.

Berhutang menjadi sebuah solusi instan ketika seseorang mengalami kondisi darurat finansial. Di jaman modern ini, jalur pinjaman semakin banyak. Dulu kita mengenal istilah koperasi, bank, lembaga pembiayaan (multifinance). Maka di era internet kita mengenal Peer to Peer Lending, fintech aggregator, fintech lender  sampai rentenir online.

Industri perbankan juga memanfaatkan internet untuk mempermudah konsumen melakukan peminjaman. Pada intinya, sekarang semakin mudah untuk melakukan peminjaman. Tetapi kemudahan mendapatkan pinjaman bak pisau bermata dua.

Di satu sisi, kemudahan tersebut akan menguntungkan bagi mereka yang sedang terdesak secara finansial. Sedangkan di sisi lain, dengan kemudahan ini seseorang juga lebih mudah terjebak masalah utang jika kurang berhati-hati dalam prosesnya.

Salah satu yang harus kita waspadai adalah munculnya siluman lintah darat online a.k.a rentenir online. Mahkluk ini lebih berbahaya ketimbang buaya darat dan lebih kejam dari ibu tiri, apalagi kalo elu anak tirinya lintah darat dan bapak lo buaya darat, aduuh mampoes.

Saat ini banyak rentenir yang menawarkan pinjaman bunga tinggi secara online. Inilah yang kita sebut dengan rentenir online. Tanpa kehati-hatian, kita bisa terjerat bujuk rayu rentenir online.

Maka dari itu, ada baiknya kita mengetahui ciri-ciri dan modus operandi rentenir online. Berikut ciri-ciri rentenir online seperti yang disarikan oleh HaloMoney.co.id:

  1. Bunga pinjaman yang suangaattt muahaall. Ini adalah ciri utama shark loan atau rentenir. Bunga yang dipatok pun tidak tanggung-tanggung. Misalnya, 1 persen per harinya atau bahkan 1 persen per 12 jam. Rentenir berani mematok bunga tinggi karena persyaratan mudah juga pencairan dana pinjaman cepat. Tingkat bunga yang dipatok pun berbeda-beda, suka-suka si lintah darat. Mereka tidak dibatasi oleh regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan atau Bank Indonesia
  2. Syarat mudah dan cair cepat. Seperti disinggung di poin pertama. Bila bank atau penyedia pinjaman pada umumnya menerapkan aturan cukup ketat, mulai dari kejelasan identitas, syarat agunan sampai histori kredit (BI Checking). Maka oleh rentenir, syaratnya dibuat sangat mudah. Cukup dengan fotokopi identitas dan foto diri misalnya. Tanpa syarat BI checking dan syarat kartu kredit.
  3. Aturan bunga dibuat sesuka hati si rentenir. Ketika si peminjam tidak sanggup membayar pinjaman, katakanlah sampai 2 bulan, si lintah darat bisa saja mengharuskan si peminjam membayar bunga hingga tiga kali lipat. Semakin lama tidak membayar, si peminjam dipaksa menanggung bunga yang luar biasa besar. Bunga yang terus menerus menjerat ini terus menghisap si peminjam sampai nilai utang jadi membengkak tidak karuan.
  4. Jika kredit macet, mereka menawarkan utang baru. Ciri berikutnya adalah, ketika ada pinjaman yang seret, si lintah darat biasanya tak segan menawarkan utang baru untuk menutup utang lama. Si rentenir bisa bekerjasama dengan rentenir lain untuk “menggarap” si “korban” peminjam ini. Akhirnya, terjadilah gali lobang tutup lobang tanpa ada keinginan untuk menolong si peminjam supaya masalah utangnya menemukan jalan keluar. Yang terjadi, si peminjam semakin sulit keluar dari jeratan lilitan utang.
  5. Rentenir tidak segan memakai cara kasar Ketika pembayaran utang mulai seret. Si lintah darat tak segan berbuat kasar saat menagih utang. Rentenir online memakai jasa debt collector supaya si peminjam takut sehingga mau tidak mau akan membayar utangnya. Sebenarnya Bank juga menggunakan jasa debt collector untuk menangani kasus kredit bermasalah. Namun, bank atau lembaga keuangan resmi lainnya dibatasi oleh aturan penagihan yang sudah ditentukan oleh regulator. Sebaliknya, rentenir tidak dibatasi oleh aturan apapun karena mereka beroperasi tanpa adanya pengawasan.

Photo by Ruth Enyedi on Unsplash

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *