BUMN Ini Diputuskan Pengadilan Berstatus Pailit

Permohonan pembatalan homologasi (perdamaian) yang diajukan oleh karyawan PT Kertas Leces (Persero) dikabulkan oleh Pengadilan Niaga Surabaya. Atas putusan ini, perusahaan pelat merah ini pun saat ini berstatus pailit.

“Mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya; menyatakan termohon (Leces) lalai memenuhi isi perjanjian perdamaian yang telah sah (homologasi); menyatakan termohon dalam keadaan pailit dengan segala akibat hukumnya,” ungkap Harijanto selaku Hakim Ketua, Selasa (25/9/2018).

Hakim Harijanto dalam pertimbangannya, menyebutkan para pemohon dapat membuktikan Leces telah lalai menjalankan kewajiban dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) terdahulu.

Sementara gugatan pembatalan homologasi ini diajukan oleh 15 karyawan Leces pada 15 Maret lalu dengan nilai tagihan senilai Rp 15,8 miliar yang berasal dari gaji dan pesangon yang belum dibayarkan Leces. Perkara terdaftar dengan nomor 01/Pdt.Sus Pembatalan Pembayaran/18/PN.Niaga.Sby.

Terkait putusan, Syarif Hidayat selaku Plt Direktur Utama Leces mengatakan akan menempuh langkah hukum berupa pengajuan kasasi. “Iya sudah putus, gugatan dikabulkan. Kalau langkah selanjutnya, kita akan menempuh upaya hukum kasasi,” ungkap Syarif.

Senada dengan Syarif, Henry Sihotang selaku Direktur PT Perusahaan Pengelolaan Aset (persero) mengatakan, bahwa pemerintah sejatinya tidak akan membiarkan Leces pailit. “Kami akan mencegah secara maksimal, untuk mencegah Leces pailit,” tutur dia.

Sementara itu, Eko Novriansyah Putra kuasa hukum pemohon dari Kantor Hukum ENP mengungkapkan bersyukur atas putusan yang mengabulkan gugatannya. Ia mengatakan pertimbangan hakim tepat lantaran sejatinya, Leces memang sudah tidak mampu merampungkan tagihan-tagihan sesuai perdamaian PKPU sebelumnya.

“Pertimbangan hakim tepat, dan ini harus jadi perhatian serius bagi pemerintah, dan Kementerian BUMN, bahwa Leces pailit oleh karyawannya yang tak diepnuhi gaji dan pesangonnya,” tutur Eko.

Padahal sejumlah tagihan dari karyawan yang masuk kategori prioritas (preferen) telah diberikan waktu tenggang pembayaran (grace period) selama dua tahun setelah homologasi, Eko menambahkan.

“Tapi masih juga belum dibayar. Selain dari karyawan, dalam permohonannya kami juga menyertakan beberapa kreditur lainnya yang kuga belum dibayarkan,” Eko menambahkan.

Sebagai catatan, PKPU Leces berakhir homologasi pada 18 Mei 2015. Untuk berdamai, Leces harus merestrukturisasi utang-utangnya sebesar  Rp 2,12 triliun dari 431 kreditur. Rinciannya tagihan preferen (prioritas) senilai Rp 747,861 miliar, konkuren (tanpa jaminan) senilai Rp 222,735 miliar dan separatis (dengan jaminan) senilai Rp 1,154 triliun.

Sedangkan dalam ketentuan proposal perdamaian, tagihan preferen akan dilunasi tanpa potongan. Rinciannya tagihan pajak senilai Rp 10,811 miliar dari pajak, dan Rp 221,399 atas tagihan gaji dan pesangon karyawan akan diberikan masa tenggang selama 2 tahun, dengan pembayaran selama 12 tahun.

Sementara tagihan preferen yang berada pada Kementerian Keuangan (Kemkeu) dikenakan grace period selama 5 tahun, dengan tempo pembayaran selama 45 tahun.

Untuk tagihan separatis, ketentuannya adalah tagihan dari Eldorado senilai Rp 81.992 dan KAM senilai Rp 888,664 miliar akan dipotong hingga 77,5 persen sehingga kewajiban Kertas Leces hanya tinggal Rp 218 miliar.

Tagihan dari Waskita Karya Rp 109,398 miliar dan PPA (Persero) Rp 50 miliar tak ada potongan dan diberikan grace period 10 tahun dengan jangka waktu pelunasan Rp 15 tahun. Sedangkan dari tagihan konkuren, mekanismenya kreditur pemilik tagihan kurang dari Rp 1,5 miliar tidak akan dikenakan potongan, dan akan dicicil selama 2 tahun dengan grace period 2 tahun pula.

Kreditur konkuren pemilik tagihan Rp 1,5 miliar-Rp 7,5 miliar Kertas Leces akan mendapat potongan kewajiban senilai 30 persen dari total nilai tagihan, dengan grace period 3 tahun, dan tempo pembayaran sepanjang 5 tahun.

Sisanya pemilik tagihan di atas Rp 7,5 miliar, Kertas Leces akan mendapat potongan senilai 50 persen dengan grace period 3 tahun, dan waktu pelunasan selama 8 tahun. Dua perusahaan plat merah lainnya yang jadi kreditur konkuren Kertas Leces yaitu Mega Eltra dan PGN akan hanya akan dihapus denda dan tunggakan serta diskon untuk utang.

Ditambah grace period 3 tahun, dan waktu pelunasan selama 15 tahun. Dari seluruh ketentuan tersebut, sejatinya kewajiban Kertas Leces terhadap kreditur-kreditur berkurang signifikan. Kertas Leces hanya perlu membayar sebesar Rp 1,117 triliun. Walaupun pada akhirnya hal ini juga tidak terpenuhi.

Sumber:

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/09/26/060200726/pengadilan-putuskan-bumn-ini-berstatus-pailit.
Foto: https://www.pexels.com/photo/close-up-court-courthouse-hammer-534204/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *