Usulan Muhammadiyah Mengenai Nawacita II Diapresiasi Relawan

Balad JKW, Relawan pendukung Jokowi mengapresiasi enam poin Nawacita Jilid II yang digulirkan PP Muhammadiyah karena usulan tersebut sejalan dengan nilai luhur Pancasila.

“Jika mengacu pada Pancasila, maka apa yang diusulkan PP Muhammadiyah tersebut wajar dan sudah sepatutnya seperti itu bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara kita harus bersandar pada nilai-nilai keagamaan,” tutur M. Muchlas Rowie, Koordinator Balad JKW dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.

Ia menyebutkan dalam bidang apapun, nilai-nilai itu harus mengejawantah dalam denyut nadi manusia Indonesia.

Mengenai poin-poin Nawacita yang diusulkan PP Muhammadiyah tersebut, dirinya menggarisbawahi poin restrukturisasi pendidikan dan kedaulatan bangsa.

“Tentu saja ini terkait dengan revolusi industry 4.0 dan bonus demografi yang sedang dan akan kita hadapi saat ini,” ucapnya.

Hal ini, menurutnya, seperti yang seringkali disampaikan Presiden Joko Widodo bahwa yang paling ditantang kesiapannya sekaligus diuntungkan ketika revolusi industri 4.0 betul-betul datang adalah kalangan muda.

Dia menilai, restrukturisasi pendidikan menjadi kunci utama untuk menyiapkan hal tersebut.

Muchlas menjelaskan, aspek peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan perlu untuk terus mendapatkan perhatian dalam upaya mewujudkan poin kedaulatan bangsa dan negara melalui restrukturisasi pendidikan nasional sebagaimana yang ditawarkan PP Muhammadiyah.

“Pemerintah sebetulnya telah menggulirkan Program Indonesia Pintar yang manfaatnya bagi masyarakat tidak mampu sangat terasa,” terangnya.

Program tersebut sangat menolong karena jelas sekali keberpihakan kepada masyarakat miskin agar hak anak-anak mengikuti pendidikan terpenuhi.

Dia menerangkan, ke depan perlu untuk diperluas dengan terus memuktahirkan data supaya tepat sasaran dan memperluas jangkauannya hingga ke daerah-daerah terluar dan terpencil.

“Balad JKW, secara khusus juga menyoroti poin keenam dari Nawacita Jilid II yang diusulkan PP Muhammadiyah, yaitu peran proaktif pemerintah untuk dunia Islam. Sebab, Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim,” ucapnya.

Dia mengucapkan, di tengah isu terorisme dan kekerasan yang kembali muncul, lalu upaya mainstreaming washatiyah Islam, peranan ulama diyakini semakin vital sebagai pilar yang akan mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan kita dan perdamaian sebagai Indonesia.

Karena itu, menurut Ia, langkah Presiden Joko Widodo ke depan harus merangkul segenap ulama nusantara bahkan dunia menjadi penting khususnya dalam perkembangan mutakhir para ulama bisa mengemas dan menyuguhkan agama sebagai ajaran kerukunan, perdamaian dan anti kekerasan.

 

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/734483/relawan-apresiasi-usulan-muhammadiyah-terkait-nawacita-ii

Foto : https://www.pexels.com/photo/batch-books-document-education-357514/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *