Terdapat Peranan Asing pada Amandemen Konstitusi

Aktivis Pergerakan Hatta Taliwang menduga pada awal era reformasi terdapat peranan asing pada proses amandemen konstitusi dari UUD 1945 menjadi UUD NRI 1945.

“Proses amandemen UUD dilakukan MPR RI pada periode 1999-2004. Indikasinya, pada periode itu banyak orang asing yang datang ke MPR RI dan DPR RI. Mereka menyampaikan gagasan-gagasan libelarisme untuk Indonesia,” ungkap Hatta Taliwang pada diskusi Polemik dan Ngobrol Bersama Tokoh”Apa Kata Mereka tentang Konstitusi Indonesia”, di Jakarta, Sabtu.

Hatta Taliwang yang menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) pada periode 1999-2004 mengungkapkan, pada masa tersebut banyak orang asing yang melawat ke DPR RI dan menyampaikan ide-ide untuk mengisi reformasi.

Tidak hanya itu, sosok pria kelahiran 64 tahun lalu di Nusa Tenggara Barat (NTB) ini juga menengarai terdapat lembaga asing yang berkantor di gedung Parlemen, pada proses amandemen konstitusi. “Hasilnya, setelah empat kali amandemen konstitusi terbentuk sistem ketatanegaraan baru. Ada lembaga baru yang dihidupkan dan ada lembaga yang dihapus,” tuturnya.

Pada acara tersebut, Hatta mengajukan ide agar MPR RI dapat melakukan amandemen konstitusi dengan perbaikan sistem ketatanegaraan. “Bangsa Indonesia saat ini membutuhkan arsitektur kenegaraan yang negarawan, yang mampu menghubungkan cabang-cabang ketatanegaraan sehingga terjadi harmonisasi,” ungkapnya.

Jika dilaksanakan amandemen konstitusi, Hatta juga mengusulkan dilakukan perbaikan sistem kepartaian di Indonesia. Menurut dia, partai politik harus melakukan kaderisasi dan menyiapkan kader berkualitas dan bermoral baik untuk menghasilkan anggota parlemen yang berkualitas dan baik.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/733522/hatta-ada-peran-asing-pada-amandemen-konstitusi

Photo by Aaron Kittredge from Pexels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *