Yasona Laoly dan Aburizal Bakrie Dipanggil KPK

Yasona Laoly

SuaraDemokrasi.com – Penyidik KPK hari ini memanggil lima saksi dalam kasus korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (KTP-elektronik/e-KTP).

Kelima saksi yang dipanggil KPK itu termasuk di dalamnya Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly serta politikus Partai Golkar, Aburizal Bakrie.

Selain Yasonna dan Aburizal, KPK juga memanggil politikus PKS, Tamsil Linrung, mantan Sekretaris Jenderal Kementrian Dalam Negeri, Diah Anggraeni, dan satu saksi lain bernama Mulyadi. Kelima saksi ini diperlukan untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi bagi tersangka Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung, menurut juru bicara KPK Febri Diansah, di Jakarta.

Dalam penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka Irvanto yang merupakan keponakan mantan ketua DPR, Setya Novanto yang telah dipidana atas kasus ini di pengadilan. Kemudian tersangka lainnya, yaitu pengusaha Made Oka, KPK masih mendalami aliran dana proyek e-KTP terkait masalah pembahasan anggarannya.

Irvanto bersama Made Oka, pengusaha sekaligus rekan Setya Novanto, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus e-KTP pada 25 Februari 2018.

Sejak awal, Irvanto diduga mengikuti proses pengadaan e-KTP dengan perusahaannya, PT. Murakabi Sejahtera. Beberapa kali pula dia mengikuti pertemuan di ruko Fatmawati bersama tim penyedia barang proyek KTP-e. Dia juga diduga mengetahui adanya permintaan bayaran untuk memudahkan proses pengurusan anggaran e-KTP.

Diduga Irvanto menerima total 3,4 juta dolar Amerika pada periode 19 Januari -19 Februari 2012 yang diperuntukkan bagi Setya Novanto.

Sedangkan Made Oka yang merupakan pemilik PT. Delta Energy di Singapura juga diduga menjadi perusahaan penampung dana.

Made OKka melalui kedua perusahaannya itu telah menerima total 3,8 juta dolar AS yang diperuntukkan bagi Setya Novanto dengan rinciannya 1,8 juta dolar AS melalui OEM Investment Pte Ltd dari Biomorf Mauritius, dan dua juta dolar Amerika melalui rekening PT Delta Energi.

Made Oka diduga menjai perantara uang suap untuk anggota DPR sebesar 5 persen dari proyek e-KTP.

(sumber berita : https://www.antaranews.com/berita/723162/kpk-panggil-yasonna-laoly-dan-aburizal-bakrie)
(sumber foto : https://alibaba.kumpar.com/kumpar/image/upload/c_fill,g_face,f_jpg,q_auto,fl_progressive,fl_lossy,w_800/rv0clmyhg7xy2bfaotwa.jpg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *