Tanpa Ronaldo, Seperti Ini Nasib Real Madrid

Suarademokrasi.com – Akhirnya Cristiano Ronaldo sah berlabuh ke kota Turin, markas si-Nyonya Tua, Juventus. Juve menebus Ronaldo dengan mahar sebesar 100 juta Euro (sekitar Rp 1,7 triliun) dari Real Madrid. Juventus resmi mengenalkan bintang barunya tersebut kepada fans pada Senin 16 Juli 2017 kemarin.

Juventus sendiri memberikan gaji selangit, berkisar 30 juta Euro (sekitar Rp 504 miliar) per tahun untuk Ronaldo! Sebagai informasi, pemain dengan gaji termahal Juventus sebelumnya ialah Gonzalo Higuain. Higuain diupahi Juventus dengan 7,7 juta Euro (sekitar Rp 129 miliar) per tahun. Di Turin Ronaldo diikat Bianconeri dengan kontrak selama empat tahun. Dengan demikian Ronaldo dijamin akan menyelesaikan karir sepak bolanya dengan Juventus.

Ronaldo sebelumnya bermain selama sembilan musim bareng Real Madrid. Di sana, Ronaldo bermain gemilang dengan menyumbangkan banyak gelar untuk klub maupun untuk dirinya pribadi. Di-tiga musim terakhirnya dengan Madrid, Ronaldo meraih tiga gelar juara Liga Champion secara berturut-turut. Sungguh prestasi yang paling mencengangkan.

Sebelumnya awal tahun ini telah santer terdengar bila Madrid bakal melepas Ronaldo. Ronaldo sebetulnya baru saja meneken kontrak kerja sampai tahun 2021, dengan gaji sebesar 21 juta Euro/tahun. Namun, belakangan Ronaldo meminta kenaikan gaji kepada Florentino Perez. Ronaldo rupanya iri dengan gaji Messi di Barcelona (50 juta Euro/tahun) dan Neymar di PSG (36 juta Euro/tahun)

Ketika itu Perez hanya menanggapinya dengan dingin. Apalagi keran gol Ronaldo di La Liga ketika itu sedang macet. Lalu berhembus kabar bila Perez sangat tertarik untuk mendatangkan Harry kane, Mo Salah ataupun Neymar dari PSG. Jadi sebetulnya Perez memang telah berniat untuk menendang Ronaldo pada saat musim panas ini.

Sebenarnya bukan untuk Ronaldo saja Perez putus harapan, tetapi untuk trio BBC (Bale, Benzema dan Ronaldo) yang tampak telah mandul. Perez pun sudah berniat untuk membongkar trio BBC ini. Itulah sebabnya Bale dan Ronaldo telah berencana untuk mencari klub baru. Namun semuanya berubah menjelang akhir musim.

Insting Perez yang tajam lalu melakukan veto untuk penjualan Bale! Dan ternyata Perez tidak keliru. Bale semakin tajam dan menjadi kunci kemenangan Madrid untuk meraih tiga gelar juara Liga Champion secara beruntun. Bale akhirnya batal hengkang dari Madrid. Sepertinya hasrat Bale untuk menjadi pangeran baru menggantikan Ronaldo akan tercapai juga.

Memang sudah bukan rahasia lagi bila ada persaingan tajam diantara Ronaldo dan Bale. Ronaldo adalah pangeran Madrid yang tidak menyukai pesaing. Sementara Bale datang untuk merebut tahta Ronaldo yang mulai berumur itu. Sial, Bale kemudian dihadang badai cedera. Sang pangeran kemudian sukses mempertahankan singgasananya.

Namun tahapan waktu tidak dapat ditahan lagi. Ada waktu datang, ada waktu pergi. Inilah waktu yang tepat untuk Ronaldo pergi. Bukan ke Manchester, namun ke Turin. Manchester terlalu “cepat dan kejam” buat pangeran Ronaldo. Disana dia tak akan bertahan lama dari “serangan” tukang bully dan media yang selalu kepo.

Sepertinya Madrid tidak akan merindukan Ronaldo lagi! Sebentar lagi Madrid akan kedatangan Thibaut Courtois dari Chelsea. Kiper hebat peraih Golden Glove Piala Dunia ini dibeli dengan harga cukup murah, sebesar 31 juta Pound.

Kontrak Courtois dengan Chelsea memang akan selesai setahun lagi, dan Courtois hendak pulang ke kota Madrid, lokasi dimana keluarganya tinggal. Real Madrid lantas langsung meminang mantan kiper Atletico Madrid ini.

Walaupun mendapat sedikit rintangan dari Munchen, Perez hendak segera memulangkan “barang baru stok lama,” James Rodriguez ke rumahnya. Bintang timnas Kolombia ini memang tidak mendapat tempat dalam skuad Zidane dulu itu, kemudian dipinjamkan ke Munchen selama dua tahun. Dengan hengkangnya Zidane dan Ronaldo, maka besar peluang James bakal mendapat tempat lagi di Madrid.

Di Munchen James yang dapat bermain di banyak posisi tersebut bermain bagus sekali sehingga membuat Perez kesengsem untuk memulangkannya kembali. Gayung bersambut, James memang lebih suka bermain di Madrid daripada di Munchen.

Sepeninggal Ronaldo, lini tengah atau depan Madrid memang tetap bakal mumpuni. Apalagi masih ada Isco, Asensio dan Vasquez, plus Bale, Benzema dan James nantinya.

Gosip lama yang lantas marak lagi adalah isu kehadiran Eden Hazard. Hazard memang telah lama dibidik Madrid. Namun Chelsea tidak pernah ingin melepasnya. Kini Chelsea tidak lagi bermain di Liga Champion. Kini waktunya untuk Hazard untuk pergi. Sekarang Chelsea dan Madrid masih sibuk bernegosiasi perihal kepindahan Hazard ini.

Neymar, Mbappe dan Salah telah positif tidak bakal ke Madrid dalam waktu dekat ini. Akan tetapi kehadiran Hazard sudah nyaris pasti. Dengan bergabungnya Hazard, James dan bergairahnya bakal calon pangeran baru (Bale) maka dapat dipastikan fans Madrid bakal segera melupakan Ronaldo dalam waktu tidak lama lagi. Ronaldo memang tetaplah seorang legenda. Akan tetapi usianya tidak muda lagi. Ini memang saat terbaik baginya untuk pergi…

Selama ini Madrid selalu menggunakan skema 4-3-3 dengan ujung tombak BBC. Ronaldo beroperasi di kiri dan Bale di kanan. Sebenarnya posisi terbaik Bale di kiri, ataupun ditengah. Dengan hengkangnya Ronaldo, maka Bale akan menempati posisi favoritnya itu.

Kalau Hazard jadi datang, kemudian bagaimana skema yang paling baik?

Julen Lopetegui dapat saja merevisi skema 4-3-3 menjadi 4-2-3-1 yang lebih seimbang. Lini belakang tetap seperti semula, Marcelo, Varane, Ramos dan Carvajal. Gelandang jangkar ditempati oleh Kroos/Modric dan Casemiro/Kovacevic.

Gelandang serang ditempati Bale pada sayap kiri, James pada sayap kanan dan Hazard di tengah. Penyerang tengah ditempati oleh Benzema/Asensio ataupun Isco andai memakai skema False-nine.

Kalau sudah begini, maka Madridistas akan “blingsatan” menyaksikan aksi mempesona lini tengah Madrid yang lebih dinamis saat bertahan maupun menyerang. Bale dan James sabaiknya menempati posisi flank (dalam skema 4-2-3-1) bukan penyerang sayap (bagian dari skema 4-3-3 lama)

Tujuannya ialah agar lini tengah lebih seimbang, khususnya pada sisi kiri. Kelemahan utama Madrid terletak pada pos bek kiri yang ditempati Marcelo. Marcelo rajin naik membantu serangan, tetapi sering terlambat turun. Bale dulu mengawali karirnya sebagai bek kiri, lalu lantas menempati sayap kiri. Jadi dengan Bale sedikit mundur, maka Bale diharapkan dapat menutupi celah tersebut. Apalagi Bale memang punya kecepatan yang paling mumpuni, dan kontrol bola yang paling baik.

Satu hal yang sangat ingin saya nikmati ialah rotasi antar pemain di lini tengah Madrid! Bale, Hazard dan James bisa bermain pada banyak posisi dengan sangat baik. Rotasi diantara ketiga pemain ini tentu akan sangat menyulitkan pemain lawan untuk mengawal mereka secara individu!

Ketiga pemain ini memiliki kecepatan, skill tingkat dewa dan tidak egois (seperti yang hengkang itu…) Kalau mereka dapat bermain padu, pastilah akan menjadi tontonan yang paling menarik.

Kalau sudah begini, maka Madridistas bakal segera melupakan Ronaldo yang sedang sibuk mengenderai Ferrarinya di jalanan kota Turin yang sempit itu… Ini pun sekaligus menjadi berita yang kurang baik untuk Barcelonistas, fans Los Blaugrana.

Sumber dan foto : https://www.kompasiana.com/yaga/5b4f4f60677ffb2350326ef2/nasib-real-madrid-tanpa-cristiano-ronaldo?page=1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *