Perdebatan Mewarnai Rapat Pleno Rekapitulasi KPU Makasar

aksi demontrasi massa pendukung calon walikota petahana Makasar

SuaraDemokrasi.com – Rapat pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara pada Pilgub dan Wagub Sulawesi Selatan diwarnai perdebatan. Perdebatan ini akibat dari pembatasan saksi paslon di kecamatan yang diperbolehkan masuk ke dalam ruangan hotel Max One di Jalan Taman Makam Pahlawan, Makasar, Kamis (5/7).

Perdebatan tersebut terjadi ketika saksi 4 paslon memprotes tidak diperbolehkannya saksi-saksi di kecamatan. Protes tersebut kemudian disandingkan dengan panwaslu kecamatan yang diperbolehkan masuk ke dalam ruangan rapat pleno.

Ketua Panwaslu Makasar pun menimpali protes saksi 4 paslon, bahwa sebagai penyelenggara pemilu adalah KPU dan Panwaslu. Panwaslu berhak untuk masuk ke dalam ruangan rapat pleno yang memang menjadi tugasnya sebagai pengawas.

Perdebatan itu akhirnya berhasil diredam, setelah salah satu komisioner KPU Makasar meminta saksi paslon menyampaikan nota keberatannya dalam suray TB 2 supaya tidak mengganggu proses rekapitulasi yang sedang berjalan di 15 kecamatan kota Makasar.

Kemudian, rapat pleno KPU Makasar kembali dilanjutkan. Setelah usai melakukan rekapitulasi hasil perhitungan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan, KPU Makasar melanjutkan rekapitulasi pemilihan walikota dan wakil walikota.

Dalam pantauan media, rapat pleno KPU Makasar penjagaannya sangat ketat. Undangan peserta rapat pleno dibatasi, termasuk saksi dari paslon hanya dibatasi 4 orang.

(Sumber berita : https://regional.kompas.com/read/2018/07/05/23542991/rapat-pleno-rekapitulasi-kpu-makassar-diwarnai-perdebatan)
(sumber foto : https://asset.kompas.com/crop/0x31:1000×697/750×500/data/photo/2018/05/16/3307227529.jpg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *