Pencarian Korban KM. Sinar Bangun Dihentikan

Tim SAR

SuaraDemokrasi.com – Operasi terpadu untuk mencari korban Kapal Motor Sinar Bangun resmi dihentikan, pada Selasa (3/7). Meski demikian, posko Basarnas tetap disiagakan untuk membantu keluarga korban.

“Operasi terpadu diberhentikan, tapi pos Basarnas tetap siaga. Sesuai standar operasi kan tujuh hari, dan ini telah diperpanjang hingga 16 hari, jadi dihentikan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Riadil Akhir Lubis kepada wartawan, Selasa (3/7).

KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Senin (18/6), membuat pemerintah langsung melakukan operasi terpadu untuk melakukan pencarian korban. Operasi terpadu tersebut dilakukan oleh Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan sejumlah instansi yang terkait.

“Ingat, operasi terpadunya saja yang dihentikan, namun di sana masih ada SAR,” katanya.

Selain itu, Riadil juga mengatakan bahwa rencananya, hari ini pemerintah akan meletakkan batu pertama monumen tenggelamnya KM Sinar Bangun.

Sementara itu, Kabag Humas Basarnas Marsudi, mengakui bahwa timnya mengalami berbagai kendala untuk melakukan evakuasi korban dari dasar Danau Toba.

Di operasi terakhir, Basarnas melakukan deteksi obyek bagian dari KM Sinar Bangun dengan menggunakan peralatan Remotely Operated Vehicle (ROV), bentuknya seperti kursi dan tali yang terdeteksi di koordinati 2 47 04.144 N – 098 45 10.560 E.

Marsudi juga memastikan pula, bahwa jumlah korban KM Sinar Bangun belum berubah. Disampaikan oleh Basarnas ada 164 penumpang yang hilang, 21 orang selamat, dan 3 meninggal dunia.

Meski demikian, jumlah itu masih meragukan karena tidak adanya manifes penumpang.

“Data korban belum ada perubahan,” tegas Marsudi.

Sebelumnya juga muncul opsi perpanjangan masa pencarian. Namun, dikarenakan faktor teknis untuk mengangkat jenazah korban di dasar danau yang merupakan kendala. Meski begitu, berkaitan dengan hal tersebut, Basarnas akan melakukan evaluasi.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, juga mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan upaya yang maksimal dalam melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun di Danau Toba.

Dikatakan juga oleh Luhut, Basarnas dan Kemenhub, Kemenko Maritim telah melakukan evaluasi semuanya, dan hasilnya nanti akan dijelaskan kepada masyarakat.

“Kemudian terkait terjadinya kecelakaan itu, ternyata ada 6 pelabuhan yang tidak dikelola dengan bagus. Oleh karena itu, disepakati untuk melakukan perbaikan yang waktunya 6 bulan harus selesai,” katanya.

Luhut juga menyampaikan bahwa pemerintah berencana untuk membangun tugu peringatan bagi korban KM Sinar Bangun.

(sumber berita : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180703091258-20-311003/operasi-terpadu-km-sinar-bangun-disetop-tim-sar-tetap-siaga)
(sumber foto : https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2018/07/02/990070/670×335/pencarian-korban-tenggelamnya-km-sinar-bangun-di-danau-toba-dihentikan-besok.jpg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *