Mulai Hari Ini, KPU Buka Pendaftaran Bakal Caleg Untuk Pemilu 2019

Mulai hari ini (4 Juli) sampai 17 Juli mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka pencatatan calon anggota legislatif (caleg). Caleg DPRD kab/kota meregistrasi ke KPU kab/kota, caleg DPRD provinsi meregistrasi ke KPU provinsi, dan caleg DPR RI ke KPU RI.

“Akan dimulai proses pendaftaran bakal calon serentak di seluruh Indonesia mulai tanggal 4 sampai 17 Juli. Nah, kami berharap parpol memahami betul regulasi yang diberlakukan sehingga pemahamannya bisa sama,” sebut Arief Budiman, Selasa (3/7).

Di dalam Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 mengenai Pencalonan Anggota DPR/DPRD ditata persyaratan dan formalitas pendaftaran bakal caleg guna Pemilu 2019. Sesuai mekanisme, bakal caleg meregistrasi ke partai politik, kemudian parpol mengikutsertakan calonnya ke KPU disesuaikan dengan tingkatan masing-masing. Untuk Caleg Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI meregistrasi ke KPU provinsi. Kemudian, setelah dilaksanakan verifikasi oleh KPU provinsi di berikan kepada KPU RI.

“Kalau semua regulasinya sudah dipahami, sama implementasinya bisa dijalankan dengan baik, artinya seluruh syarat itu bisa dipenuhi dengan baik. Maka tidak akan ada kendala,” ujarnya.

Pada prinsipnya, Arief menambahkan pencatatan caleg dilaksanakan melalui dua prosedur, yaitu meregistrasi manual dengan membawa berkas ke kantor KPU, lantas mendaftar dengan menginput berkas yang diupload dalam situs KPU.

KPU telah menyerahkan akun dengan username dan password ke masing-masing parpol. “Jadi 30 hari sebelum tanggal 4 Juli itu sudah kita berikan akunnya itu username dan passwordnya,” kata Arief.

Sebelumnya Arief Budiman sudah menegaskan caleg yang meregistrasi dari partai politik guna DPR dan DPRD maupun caleg perseorangan (DPD) wajib memakai Sistem Informasi Pencalonan (Silon) dalam proses pencatatan dan verifikasi pencalonan Pemilu 2019 di KPU cocok tingkatannya.

“Saat RDP di Komisi II DPR RI, kami menyampaikan bahwa Silon itu wajib. Kenapa wajib, karena KPU tidak mungkin memeriksa ratusan ribu nama calon. Bisa saja ada calon yang mendaftar di Sumatera, tetapi juga mendaftar di Papua, bahkan bisa juga mendaftar di lebih dari satu parpol. Untuk itu, KPU menggunakan aplikasi Silon untuk memverifikasinya,” kata Arief.

Arief pun menuturkan, pada Pemilu 2019 nanti jumlah daerah pemilihan (dapil) sejumlah 272 dapil, sementara jumlah kursi yang diperebutkan sejumlah 20.392 kursi, yang terdiri dari 575 kursi di DPR RI, 2.207 kursi di DPRD Provinsi, dan 17.610 kursi di DPRD Kabupaten/Kota.

“Dengan jumlah sebanyak itu, maka diperkirakan lebih dari 300 ribu orang akan mendaftar sebagai calon anggota DPR, DPD, dan DPRD. Namun yang menduduki kursi hanya 20 ribuan saja, sehingga lebih dari 300 ribu calon berpotensi tidak puas, marah, dan kemudian bisa menggugat KPU dan melapor ke pihak berwajib,” ujarnya.

Untuk itu, Arief bercita-cita seluruh operator KPU bekerja seksama serta tidak salah dalam input data, khususnya nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), menilik kedua urusan itu yang dapat memeriksa nama-nama calon tersebut tidak tercatat di parpol lain, atau tercatat di lebih dari satu daerah.

  • Sumber berita  : http://www.balipost.com/news/2018/07/04/49470/Pendaftaran-Caleg-ke-KPU-Dibuka,…html
  • Sumber foto : Photo by Joakim Honkasalo on Unsplash

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *