Massa Aksi 67 Meminta Kepada Tito Karnavian untuk Tidak Berpolitik

Tito Karnavian

SuaraDemokrasi.com – Aksi 67 meminta kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk tidak berpolitik. Aksi ini dilakukan supaya penegakan hukum dapat berlangsung adil.

Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin, di Jakarta, Jumat (6/7) mengatakan bahwa Karnavian memiliki pertanda untuk mempraktikkan politik dalam penanganan kasus yang ada.

Menurutnya, tindakan itu ditandai dengan beberapa kasus yang penyelesaiannya berlarut-larut.

Seperti contohnya, kasus ujaran kebencian kader Partai Demokrat, Viktor Laiskodat dan dugaan kebencian yang melibatkan akademisi Ade Armando. Laiskodat di kemudian hari melaju dan mendapat mayoritas suara versi hitung cepat di Pilkada NTT 2018.

Selain itu, dia mengatakan bahwa massa aksi 67 menuntut kepada kepolisian supaya segera memproses kasus hukum Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, yang dilaporkan telah melakukan penodaan agama dan ujaran kebencian oleh Forum Umat Islam Bersatu, Selasa (26/2).

Dirinya juga mengatakan bahwa tindakan Karnavian dalam kapasitas sebagai Kepala Kepolisian Indonesia sangat meresahkan umat Islam, karena banyak aktivitas Islam dan ulama yang telah menjadi korban. Di sisi lain, katanya juga, para penista agama tidak tersentuh dan bisa hidup nyaman.

(sumber berita : https://www.antaranews.com/berita/724698/aksi-67-minta-jenderal-polisi-tito-karnavian-tidak-berpolitik)
(sumber foto : https://bimg.antaranews.com/cache/babel/730×487/2018/05/Penindakan_terduga_teroris.jpg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *