Ketua DPR Meminta untuk Mengusut Pengelolaan Lapas

Menkumham Yasona Laoly

SuaraDemokrasi.com – Bambang Soesatyo yang juga Ketua DPR RI meminta kepada Komisi III untuk mendorong menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasona Laoly melakukan pengusutan secara tuntas dan menyeluruh tentang pengelolaan lembaga pemasyarakatan. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah kembali terulangnya praktik dugaan suap seperti yang terjadi di Lapas Sukamiskin, Bandung.

“Untuk mendapatkan gambaran yang jelas terkait adanya dugaan penyuapan Kalapas Sukamiskin, Komisi III DPR untuk segera memanggil Menkumham, Yasonna H. Laoly guna memberikan penjelasan mengenai kondisi serta manajemen pengelolaan lapas,” kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Senin(23/7).

Menurut Bambang kembali, Menkumham juga perlu melakukan evaluasi mengenai rasio jumlah sipir di lapas serta memperketat sistem pengawasan terhadap tahanan serta warga binaan di dalam.

Di kesempatan tersebut Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo juga mengingatkan Menkumham, Yasonna H Laoly untuk mendesak Dirjen Pemasyarakatan supaya terus melakukan pengecekan terhadap sarana dan prasarana di dalam lapas seluruh Indonesia. Hal ini tujuannya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam Lapas, seperti lapas yang tak sesuai dengan standar atau terjadi kelebihan kapasitas.

Sebelumnya, KPK telah melakukan OTT (operasi tangkap tangan) terhadap Kepala Lapas Sukamiskin, Wahid Husein di lapas Sukamiskin Bandung, pada Sabtu (21/7) dinihari karena adanya dugaan praktik suap.

Dari adanya OTT itu, KPK berhasil mengamankan lima orang, yaitu Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein, warga binaan Hendri Saputra dan Fahmi Darmawansyah, istri Fahmi, Inneke Koesherawati, serta seorang kepercayaan Wahid Husein.

Setelah pemeriksaan yang dilakukan, diketahui adanya permintaan mobil, uang, dan sejenisnya, untuk fasilitas kamar mewah di Lapas Sukamiskin.

Kemudian, KPK menetapkan Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein sebagai tersangka. KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya, Fahmi Darmawansyah yang merupakan terpidana kasus suap, Hendri Saputra seorang terpidana kasus pidana hukum, dan staf Wahid Husein.

(sumber : https://www.antaranews.com/berita/729219/ketua-dpr-usut-tuntas-pengelolaan-lapas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *