Inilah Cara Tik Tok Melahirkan Seleb Instant Seperti Bowo Alpenliebe

Bowo Tik Tok

SuaraDemokrasi.com – Platform Tik Tok yang hari ini, Selasa (3/7) telah diblokir oleh Kemominfo, memang sedang lagi booming dan menjadi media untuk berekspresi di kalangan anak muda. Aplikasi tersebut menyediakan banyak fitur yang membuat penggunanya bisa membuat video pendek dan membagikannya kepada sesama penggunanya.

Bahkan di aplikasinya ini juga bisa diberikan efek khusus yang unik, sehingga membuat video itu lebih atraktif. Para pengunduh aplikasi ini juga bisa membuat videonya, dan disertai musik yang telah disediakan. Banyak sekali ragam musiknya, di Indonesia bisa didapatkan mulai dari lagu Aisyah Jatuh Cinta hingga Lagi Syantik.

Dengan latar dari musik tersebut, para penggunanya bisa menari dengan bebas dan kreatif. Musik yang dipakai memang nampak menarik. Lagu-lagu pop juga bisa, namun di-remix. Kemudian penggunanya akan melakukan lipsync mengikuti liriknya, dengan melodi yang berbeda. Dan juga memungkinkan penggunanya untuk bergaya dan memberi efek.

Video-video yang bertema DJ, dance, RnB, atau cute dengan ekspresi wajah bermacam-macam mulai imut, keren, hingga konyol bisa dibagikan kepada sesama penggunanya. Baik itu di negaranya sendiri maupun di luar negeri. Bila gayanya, menarik, maka dia akan mendapatkan banyak like serta followers.

Dari itulah, maka muncul ‘seleb’ Tik Tok di Indonesia seperti Bowo Alpenliebe atau Nurrani.

Tik Tok muncul pertama dari China. Pada awalnya berbahasa Mandarin. Kemudian sampai ke Indonesia, aplikasi itu langsung mendapatkan banyak penggemar. Saat ini, aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang paling banyak diunduh di kuartal pertama 2018, di dunia.

Sayangnya aplikasi tersebut banyak diprotes di banyak kalangan. Para orang tua melaporkan Tik Tok ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta menyebut bahwa aplikasi tersebut banyak konten negatifnya.

Setelah melakukan pengawasan selama satu bulan, Kemenkominfo memutuskan untuk memblokir aplikasi Tik Tok tadi siang, Selasa (3/7). Alasan Menteri Rudiantara memblokir aplikasi tersebut, karena di aplikasi tersebut banyak memuat konten negatif, terutama bagi anak-anak. Setidaknya ada 2.484 laporan yang masuk, bahkan juga ada petisi di situs Change.org.

“Ada yang tidak senonoh, tidak mendidik, dan sangat tidak pantas untuk anak-anak,” katanya.

Masalah pemblokiran ini sifatnya sementara. Menurut Rudiantara, bila Tik Tok bersedia untuk membersihkan kontennya dan memberikan jaminan untuk menjaga kebersihan kontennya, maka Kemenkominfo akan kembali membuka aksesnya di Indonesia. Hingga saat ini, sejak diblokirnya Tik Tok di Indonesia, pihak Tik Tok belum memberi respon.

(sumber berita : https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20180703185508-241-311194/cara-tik-tok-lahirkan-seleb-seperti-bowo-alpenliebe)
(sumber foto : http://cdn2.tstatic.net/kaltim/foto/bank/images/bowo-alpenliebe-artis-tik-tok_20180630_131351.jpg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *