Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf Resmi Ditahan KPK

Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh

SuaraDemokrasi.com – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka ini terkait dengan tindak pidana korupsi suap masalah pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh TA 2018 di Pemerintah Provinsi Aceh.

“Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh akan ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih KPK,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis dini hari.

Irwandi meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Kamis dinihari sekitar pukul 00.45 setelah menjalani pemeriksaan sejak Rabu (4/7) siang.

Ketika dikonfirmasi oleh awak media, dirinya membantah tentang kasus yang kini sedang menjeratnya.

“Ada tuduhan gratifikasi, saya enggak minta hadiah saya nggak terima juga,” demikian ucap Irwandi yang telah mengenakan rompi jingga tahanan KPK.

Dirinya juga mengaku tidak tahu menahu adanya gratifikasi oleh Bupati Bener Meriah kepada dirinya sebesar Rp 500 juta yang merupakan bagian dari Rp 1,5 miliar terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur.

“Saya tidak tahu, kita enggak ada fee,” tuturnya.

Irwandi menyatakan akan mengikuti semua proses hukum di KPK terkait kasus yang menjeratnya itu.

“Upaya hukum ya ikuti saja,” kata Irwandi.

Selain Irwandi, KPK juga menahan seorang tersangka lainnya, yaitu Hendri Yuzal dari pihak swasta selama 20 hari pertama di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat.

Pada operasinya ini, KPK telah menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otsus Aceh Tahun Anggaran 2018.

Keempat tersangka itu di antaranya, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah, Ahmadi, dan dua orang dari pihak swasta yang masing-masing Hendri Yuzal dan T. Syaiful Bahri.

“Setelah melakukan pemeriksaan selama 24 jam pertama kemudian dilanjutkan dengan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi gratifikasi oleh Gubernur Aceh terkait pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun Anggaran 2018 di Pemerintah Provinsi Aceh,” kata Wakil Ketua Basaria Panjaitan ketika konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu malam.

(sumber berita : https://www.antaranews.com/berita/724196/gubernur-aceh-resmi-ditahan-kpk)
(sumber foto : https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2018/07/05/828a9585-6d4a-43a7-8b70-4359f2047ab8.jpeg?w=780&q=90)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *