Ditemukannya Bukti yang Berbeda, Siti Aisyah Bisa Bebas 16 Agustus

Siti Aisyah, tersangkan pembunuh Kim Jong Nam

SuaraDemokrasi.com – Pengacara Siti Aisyah, Gooi Soon Seng, yang merupakan WNI tersangka pembunuhan Kim Jong Nam di Malaysia, yakin bahwa kliennya akan bebas pada 16 Agustus mendatang ketika hakim membacakan putusan sela.

Menurut Gooi, hakim pengadilan tinggi Shah Alam tidak akan melanjutkan peradilan kasus pembunuhan kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Hal ini dikarenakan adanya banyak perbedaan bukti serta kesaksian dari 35 saksi yang telah didatangkan jaksa penuntut.

“16 Agustus nanti, ketika sidang putusan sela, saya yakin Siti akan dibebaskan. Terdapat banyak perbedaan kesaksian yang terjadi pada persidangan itu, di mana jaksa tidak bisa menjelaskannya,” kata Gooi baru-baru ini.

Gooi juga mengatakan, salah satu kelemahan kasus ini adalah jaksa yang tidak mampu menemukan saksi mata yang melihat langsung terjadinya peristiwa pembunuhan Kim Jong-nam di Terminal 2 Bandara International Kuala Lumpur, 13 Februari lalu.

Selama ini, jaksa hanya mendasarkan kasus tersebut dari bukti rekaman keamanan (CCTV) di bandara. Pada rekaman itu nampak tidak adanya adegan yang menunjukkan Siti ikut mengusapkan substansi yang selama ini disebut dengan racun syaraf VX ke wajah Kim Jong Nam.

“Pada rekaman CCTV itu, ketika ditunjukkan ke pengadilan, hanya tersangka yang berasal dari Vietnam, Doan Thi Huong, yang nampak mengusapkan sesuatu kepada Kim Jong Nam. Sementara itu, Siti tidak melakukan hal serupa. Rekaman itu hanya menunjukkan Siti nampak berlari dari tempat kejadian,” tutur Gooi.

Tidak hanya itu, terdapat perbedaan pernyataan dari sejumlah saksi di bandara dalam persidangan. Salah satunya dari petugas bandara serta suster klinik bandara yang ditemui Kim Jong Nam sebelum tak sadarkan diri.

Pada sidang tersebut, petugas polisi mengaku, Kim Jong Nam menghampiri dan berkata bahwa ada dua orang wanita yang menyerangnya.

Namun saat dibawa ke klinik bandara, suster itu menyebut, pria 46 tersebut mengaku telah diserang oleh seorang wanita saja.

“Dari CCTV memang nampak yang menyerang Kim Jong Nam hanyalah Doan saja,” ucap Gooi.

Selain itu, menurut Gooi adanya kesaksian petugas penyelidikan yang menyita dan menyimpan kaus Siti di hari pembunuhan itu perlu dipertanyakan.

Polisi tersebut mengakut telah menaruh baju ke dalam sebuah kantong plastik hitam. Sementara itu, petugas ahli forensik yang bertugas menyimpan barang bukti mengaku menerima kaus Siti dalam sebuah kantong plastik transparan.

Pada persidangan itu, seorang petugas itu juga memberikan pengakuannya untuk memberi semacam tanda di kaus milik Siti, dan meyakini bahwa bukti itu tidak bisa dipalsukan.

Pengacara Siti kemudian kembali menegaskan, bahwa yang utama jaksa tidak mampu membuktikan motif pembunuhan yang dilakukan Siti. Jaksa penuntut, tidak bisa menjelaskan bagaimana Siti dan Doan mendapatkan racun VX itu.

(sumber berita : https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180711162221-106-313307/bukti-berbeda-pengacara-yakin-siti-aisyah-bebas-16-agustus)
(sumber foto : https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2017/03/30/827864/670×335/begini-pengakuan-siti-aisyah-soal-dugaan-pembunuhan-kim-jong-nam.jpg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *