Belum Mememuhi Persyaratan, Kominfo Belum Membuka Blokir Tik Tok

Rudiantara Menkominfo

SuaraDemokrasi.com – Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) hingga siang ini belum juga membuka blokir Tik Tok. Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kominfo Noor Iza.

“Belum dibuka,” tulisnya singkat ketika dihubungi via pesan teks, Kamis siang (5/7). “Kan harus memenuhi persyaratan yang diminta kemarin,” jelasnya.

Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara menyebut bahwa Kominfo bisa segera mencabut blokir segera, bila 3 syarat yang diajukan dipenuhi.

“Di subuh hari pun kami akan buka blokir kalau terbukti sudah bersih,” ujar Rudiantara saat ditemui usai pertemuan dengan Tik Tok di gedung Kemenkominfo kemarin (4/7).

Ketiga syarat yang diajukan supaya blokir DNS portal video singkat Tik Tok kembali dibuka di Indonesia di antaranya.

1. Membersihkan dari segala konten negatif

Kominfo meminta komitmen dari Tik Tok untuk membersihkan dari konten negatif secara keseluruhan yang sudah ada, dan juga komitmen untuk melakukan penyaringan supaya konten negatif tak luput ke depannya.

“Di Indonesia yang penting komitmen Tik Tok untuk membersihkan konten negatif,” ujar Menkominfo Rudiantara, usai melakukan pertemuan dengan perwakilan Tik Tok, Rabu (4/7).

Senior VP Corporate Strategy Bytedance Technology yang merupakan perusahaan pengembang aplikasi Tik Tok, Zhen Liu menyatakan pihaknya telah merekrut 20 orang kurator konten untuk menjaga kebersihan konten Tik Tok di Indonesia.

“Secara global kami memiliki 5.000 kurator konten. Kami baru saja merekrut 20 kurator konten di Indonesia,” tutur Zhen.

2. Tik Tok diwajibkan memiliki kantor perwakilan di Indonesia

Kominfo meminta kepada pihak Tik Tok untuk membangun kantor perwakilan di Indonesia, agar koordinasi selanjutnya dapat berjalan baik. Sebab, hingga sekarang kantor Tik Tok ada di berbagai negara, namun tidak memiliki kantor perwakilan di Indonesia.

Saat ini di Indonesia, Tik Tok mengaku ada di bawah naungan Mainspring Technology yang berada di bawah bender Bytedance Technology. Namun, atas permintaan Kominfo, mereka menyebut nanti akan membuat kantor perwakilan yang berdiri sendiri di Indonesia.

3. Menaikkan batasan umur pengguna

Syarat terakhir yang diajukan, Kemenkominfo meminta agar Tik Tok mengubar batas umur minmal pengguna. Sebelumnya, Tik Tok membatasi penggunanya berusia 12 tahun.

Tik Tok menyanggupi permintaan pemerintah untuk mengubah batasan minimal usia pengguna di Indonesia menjadi 16 tahun.

“Tik Tok di Amerika, Korea, dan banyak negara. Maka dari itu, kami berusaha menyesuaikan dengan peraturan lokal. Kami menghormati budaya Indonesia,” tandasnya.

Perwakilan Tik Tok menyambangi Kemenkominfo kemarin sore. Kedatangannya berkaitan dengan pemblokiran DNS yang dilakukan Kominfo pada Selasa 3 Juli 2018 lalu.

(sumber berita : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180705121704-185-311720/tik-tok-belum-penuhi-tiga-syarat-kominfo-belum-buka-blokir)
(sumber foto : https://web.kominfo.go.id/sites/default/files/kominfo-menteri-rudiantara-jpp.jpg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *