Ucapan Terimakasih Kepada Presiden Jokowi Atas Bebasnya 2 TKW Asal NTB dari Hukuman Mati

Dua TKW Asal NTB yang lolos dari hukuman mati

SuaraDemokrasi.com – Sumiati dan Masani dua orang TKW asal Nusa Tenggara Barat mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI, Joko Widodo yang telah membantu proses pembebasannya dari hukuman mati di Arab Saudi.

“Saya berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang membantu kami dalam proses pembebasan dari hukuman pancung. Lewat kerja keras pihak Kemenlu dan KBRI di Arab Saudi. Terima kasih Pak Jokowi, terima kasih, kami tak dihukum mati di negeri orang,” kata Masani kepada media ketika tiba di Bandara Internasional Lombok, Kamis (7/6).

“Saya juga berterima kasih pada Pak Jokowi, karena perjuangan bapak, kami bisa kembali pulang ke kampung halaman dan bebas dari hukuman mati,” timpal Sumiati.

Pada kesempatan tersebut, keduanya juga menjelaskan, selama bekerja di Arab Saudi mereka dituduh melakukan pembunuhan dan memiliki sihir. Atas tuduhan itu, keduanya diancam hukuman mati.

“Apa yang dituduhkan itu semuanya tidak benar. Kami tak pernah membunuh atau melakukan praktik sihir pada siapapun. Bila tuduhan itu benar, tidak mungkin saya dan Mbak Sumiati bisa pulang seperti saat ini,” ucap Masani.

Sumiati juga mengatakan bahwa selama bekerja, dia sempat ingin pulang. Namun dia disekap majikannya karena harus merawat ibu majikan yang tengah sakit parah.

“Saya dituduh memberi suntikan insulin dicampur racun pada ibu majikan saya. Padahal saya tak pernah melakukannya. Mereka juga menuduh kami melakukan santet atau sihir. Kami benar-benar tak berdaya saat kami ditangkap dan dijebloskan ke penjara,” kata Sumiati.

“Pihak Kemenlu dan KBRI telah berjuang untuk membantu kami. Di KBRI juga saat ini ada 120 kawan kami yang masih terbelit banyak masalah. Mereka aman di bawah perlindungan KBRI Arab Saudi,” lanjutnya.

Sumiati dan juga Masani sempat bekerja di KBRI setelah bebas dari hukuman mati setahun lalu. Kemudian mereka mengurus kepulangannya hingga akhirnya bisa berlebaran di tanah air tahun ini.

Masani dan Sumiati tiba di Bandara Internasional Lombok, NTB, pada Kamis (7/6). Kedatangan Masani dan Sumiati disambut ibunda tercintanya, Maning yang telah menunggunya di bandara selama 2 hari.

Ketika tiba di bandara, Masani langsung berlari memeluk ibunya yang tak bertemu selama 8 tahun. Tangis ibu dan anak ini pun pecah di tengah ramainya bandara.

Sementara itu Sumiati disambut oleh sepupunya, Erwansyah. Dia tidak dijemput kedua orang tuanya karena sudah meninggal. Meski demikian, Sumiati tetap merasa bahagia karena bebas dari hukuman mati di Arab Saudi.

(Sumber : https://regional.kompas.com/read/2018/06/08/05000091/-terima-kasih-pak-jokowi-kami-tak-dihukum-mati-di-negeri-orang-)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *