Seorang jurnalis dari Rusia Berpura-pura Mati dengan Menggunakan Darah Babi

Jurnalis anti-Kremiln dari Rusia,

SuaraDemokrasi.com – Arkady Babchenko, seorang jurnalis anti-Kremlin tengah menggelar konferensi pers di Kiev, Ukraina. Konferensi pers tersebut dilakukan mengenai kabar kematian dirinya yang berhasil menipu dunia selama sehari di hari Kamis waktu setempat.

Babchenko secara mengejutkan hadir di depan publik setelah lebih dari 12 jam kepolisian Ukraina telah menyatakan dirinya tewas ditembak. Dinas keamanan Ukraina (SBU) mengatakan bahwa pengumuman kematian itu disengaja dilakukannya supaya rencana pembunuhan terhadap Babchenko oleh Rusia gagal. SBU juga telah menangkap pelaku yang merencanakan pembunuhan tersebut.

“Dari yang saya ketahui, rencana untuk operasi khusus telah berlangsung selama dua bulan lalu,” demikian kata Babchenko seperti yang dikutip dari AFP.

Selanjutnya, Babchenko juga menyatakan bahwa dirinya pernah dibawa SBU di bulan lalu. Dia dibawa di suatu tempat untuk membicarakan hal tersebut. Dirinya sempat tak percaya bahkan marah kepada SBU.

Namun, dia mengaku berubah pikiran saat melihat ada informasi detail mengenai orang yang pernah memukulnya. Setelah Babchenko yang bersedia untuk kerjasama dengan SBU Ukraina maka dia tetap berada di apartemennya dengan aman.

“Untuk mengurangi bahaya yang datang, kami merangkai cerita bahwa saya patah kaki dan untuk menjelaskannya mengapa saya tidak mau meninggalkan apartemennya,” demikian kata Babchenko.

Saat hari operasi dilaksanakan, tim perias mendatangi apartemen Babchenko di pagi hari. Wajah dan tubuhnya dirias berlumuran darah dengan tiga luka tembak.

“Aku punya darah babi asli. Mereka menutupi mulut, hidung, dan tiga lubang peluru,” kata Babchenko.
Setelah semua siap, maka dilakukan operasi untuk mengelabui media, publik, dan orang yang akan membunuh Babchenko dimulai.

“Istri saya memanggil polisi dan ambulans. Berkut (polisi khusus Ukraina) juga datang untuk memberikan bantuan, saya tidak menyangka hal itu. Saya ingin mengucapkan kepada mereka yang langsung memeriksa kamar, tangga, seperti halnya dalam film,” tandas Babchenko.

Arkady Babchenko adalah seorang kontributor di sebuah media oposisi Novaya Gazet. Dirinya sempat memicu kemarahan Rusia karena telah menuduh kritikus Kremlin dan melancarkan perang di Ukraina, Suriah, dan tempat lainnya.

(Sumber : https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180601130204-134-302761/jurnalis-rusia-pura-pura-mati-dengan-bermodal-darah-babi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *