Razan Al Najjar yang Tewas Ditembak Israel adalah Seorang Perawat yang Pemberani

Razan Al Najjar

SuaraDemokrasi.com – Seorang perawat medis dari Palestina, Razan Al Najjar tewas ditembak mati oleh pasukan Israel ketika dirinya sedang bertugas pada Jumat (1/6). Kematiannya masih meninggalkan duka yang mendalam bagi orang tua dan kerabatnya.

Ribuan orang menghadiri pemakamannya pada Sabtu (2/6). Bagi orang tuanya, Razan adalah anak perempuan kesayangannya yang sangat berani.

Namun, justru dia harus tewas beberapa ratus meter dari rumahnya di Khan Younis. Wilayah ini memang lokasinya dekat dengan pagar perbatasan sebagai pemisah Gaza dari Israel.

Dilansir dari media internasional, CNN, pada Minggu (3/6), di seluruh jalanan serta tiang lampu di Palestina dipenuhi foto Razan yang sedang tersenyum. Duka mendalam masih menyelimuti penduduk sekitar beserta keluarga tentunya.

Ashraf Al Najjar, ayah Razan mengatakan bahwa seluruh anggota keluarga masih merasa tidak percaya dengan perginya perempuan berusia 21 tahun itu.

Sedang ibu Razan, Sabreen yang mengenakan busana hitam sambil memegang rompi medis milik putrinya yang bersimbah darah.

Sabreen mengatakan jika Razan, putrinya telah menjadi relawan sejak aksi protes tersebut dimulai.

“Saya khawatir akan dirinya, tapi Razan bilang dia tidak takut. Dia merasa harus membantu dan dia jelas mengenakan rompi medis,” ucapnya.

“Mungkin dia kecil, tapi dia kuat, dan satu-satunya senjatanya hanyalah rompi medis,” imbuhnya.

Ada satu kalimat dari Razan yang sangat menyentuh hati kedua orang tuanya yakni saat harus melepaskan putrinya ke medan.

“Saya terlindungi oleh rompi. Tuhan bersama saya, dan saya tidak takut,”kata Razan kepada kedua orang tuanya.
Razan Al Najjar adalah petugas medis yang tewas selama aksi protes warga Palestina terhadap Israel selama beberapa pekan terakhir ini.

Sementara itu, lebih dari 200 petugas medis lainnya mengalami luka-luka. Di Gaza yang panas, kelompok relawan medis berkumpul di kantor PBB pada Minggu 3/6) untuk memprotes aksi militer Israel yang menargetkan petugas medis.

Namun, pasukan Israel menyangkal telah melakukan penargetan terhadap petugas medis. Dalam aksi protes kemarin seorang Razan, Rami Abu Jazzar mengatakan Jumat lalu seperti hari biasanya. Dia bersama Razan dan kelompk relawan lain merawat demonstran yang terluka. Namun, di hari itu Razan tiba lebih awal.

Sebelum ditembak, Razam juga sempat melihat keberadaan seorang penembak jitu dan memperingatkan rekan-rekan lainnya. Razan di bulan lalu sempat diwawancarai di Gaza.

Dirinya menyatakan bahwa dia merupakan satu-satunya petugas medis perempuan yang bertugas di dalam darurat medis selama aksi protes.

(Sumber : https://internasional.kompas.com/read/2018/06/04/10441381/tewas-ditembak-israel-razan-al-najjar-dikenal-sebagai-perawat-pemberani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *