Menurut Pengacaranya, Tidak Ada Komunikasi Antara Firza dan Rizieq Terkait Penghentian Kasus

Firza Husein di Polda

SuaraDemokras.com – Pengacara Firza Husein, Aziz Yanuar mengutarakan, jika saat ini tidak ada komunikasi antara kliennya dengan pimpinan FPI Rizieq Shihab mengenai penghentian kasus pornografi yang sempat menjerat keduanya.

“Adanya SP3 ini, tidak ada komunikasi sama sekali, jika ada komunikasi antara Habib Rizieq Shihab dengan klien kami sudah dijelaskan di awal bahwa hubungannya tidak lebih antara guru dengan murid,”ujar Aziz saat dihubungi media, Minggu (17/6)

Aziz juga mengakui bahwa telah menerima surat perintah penghentian penyidikan atau SP3 mengenai kasus tersebut pada Selasa (13/6)

“Surat telah kami terima di hari yang bersamaan dengan pihak HRS. Tapi bukan langsung berkomunikasi seperti rekan begitu, tidak. Memang tidak seperti itu dari awal,” lanjutnya.

Menurutnya kembali, pihaknya telah memprediksi bahwa sejak awal kasus yang menjerat kliennya ini akan dihentikan penyidik.

Dari awal, pihaknya telah menduga kasus ini sarat dengan rekayasa sehingga tidak tepat jika kasus itu dilanjutkan.

“Apalagi di dalamnya ada tambahan yang krusial bahwa kami berkeyakinan ini semua mengandung rekayasa dari poin yang menjadi objeknya itu,” kata Aziz.

Aziz juga menambahkan, ketika mendengar kabarnya kasusnya dihentikan, Firza Husein merasa bahagia karena hal ini membuktikan bahwa tuduhan yang telah dilontarkan kepadanya itu tidak benar.

Penyidik telah menetapkan Firza sebagai tersangka. Penetapan tersangka itu setelah dilakukan gelar perkara dari rangkaian-rangkaian pemeriksaan saksi ahli, pada Selasa (16/5/2017).

Firza ditetapkan sebagai tersangka sekitar dua minggu sebelum penetapan tersangka Rizieq. Ketika itu polisi menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil analisis saksi ahli pidana, kasus itu sangat memenuhi unsur pidana.

Kemudian, ahli telematika menyebutkan bahwa percakapan antara Firza dan Rizieq itu adalah asli.

Ketika itu, Firza dijerat pasal 4 ayat 1 jo pasal 29 dan atau pasal 6 jo pasal 32 dan atau pasal 8 jo pasal 34 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi yang ancaman hukumannya di atas lima tahun kurungan penjara.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Firza pun tak kunjung ditahan oleh pihak kepolisian. Alasannya saat itu kondisi kesehatan Firza yang memburuk setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Para penyidik terkendala belum ditangkapnya pengunggah konten pornografi tersebut. Kasus ini bisa dibuka kembali setelah polisi menemukan bukti baru.

(Sumber : https://megapolitan.kompas.com/read/2018/06/17/13282031/kata-pengacara-tak-ada-komunikasi-antara-firza-dan-rizieq-terkait)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *