Meningkatnya Belanja Iklan Selama Ramadhan

Executive Director Media Business Nielsen Indonesia Hellen Katherina

SuaraDemokrasi.com – Terjadi pola konsumsi selama ramadan membuat para pengiklan mengubah pola aktivitas untuk beriklan di media. Menurut data dari Nielsen Advertising Intelligance telah menunjukkan bahwa pengiklan dari kategori produk tertentu telah meningkatkan aktivitasnya selama ramadan ini.

“Dari kategori produk yang aktivitasnya meningkat pesat pada jeda iklan atau commercial break selama minggu pertama ramadhan diantaranya adalah layanan online dengan belanjan iklan sebesar Rp 223 miliar atau telah terjadi peningkatan sebesar 76% dibandingkan dengan periode sebelum ramadan,” demikian seperti yang dipaparkan executive director media bussines Nielsen Indonesia, Hellen Katherina di kantor Nielsen Indonesia, Jakarta, Rabu (6/6).

Adanya peningkatan aktivitas beriklan lainnya juga terjadi di iklan yang memiliki kategori jus dan sirop. Dimana terdapat total belanja yang mencapai Rp 101 miliar atau melonjak hingga 447 % dibandingkan periode yang bukan ramadhan.

Belanja iklan dengan kategori minuman siap minum ternyata juga mengalami peningkatan yang totalnya mencapai Rp 70 miliar atau terjadi pertumbuhan sebesar 110%. Pertumbuhan yang lainnya juga terjadi pada iklan material bangunan sebesar 114% yang total belanja iklan sebesar Rp 66 miliar.

“Sementara untuk penempatan iklan program (In-Program Ads), terdapat jumlah tayangan iklan dari kategori kopi dan teh yang meningkat 29%, komunikasi sebesar 77%, tekstil dan garmen dimana didominasi oleh produk sarung meningkat sebesar 294%, material bangunan juga mengalami peningkatan sebesar 762%, dan kategori produk obat antasida juga meningkat 1.563%,” jelas Hellen.

Hellen juga melanjutkan, peningkatan yang terjadi pada belanja iklan ini merupakan iklan-iklan yang relevan dengan kebiasaan yang biasa dilakukan ketika ramadhan dan lebaran.

“Hal ini menjadi respon dari pengiklan untuk memanfaatkan peluang yang telah tercipta di market. Bahkan beberapa kategori produk seperti sirup atau sarung hanya memfokuskan beriklan menjelang ramadhan hingga lebaran sepanjang tahunnya,” tutup Hellen.

(Sumber : https://ekonomi.kompas.com/read/2018/06/07/104404926/nielsen-selama-ramadhan-belanja-iklan-meningkat-signifikan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *