Inilah Fakta Terkait Pengadaan Tong Sampah Buatan Jerman di Jakarta

SuaraDemokrasi.com – Terjadi lagi viral yang berkaitan dengan pemprov DKI Jakarta. Viral mengenai pengadaan tong sampah di Jakarta ini sempat heboh di Jakarta. Warganet mempersoalkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan membeli tong sampah impor dari Jerman yang anggarannya mencapai Rp 9,6 miliar.

Dari viral yang beredar tersebut, ternyata ada beberapa fakta mengenai pengadaan tong sampah impor tersebut. Apa saja fakta-faktanya?

1. Pembeliannya melalui e-katalog

Pengadaan tempat sampah ini dilakukan melalui e-katalog Lembaga Kebijakan Penyediaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Dengan demikian, tidak ada pemenang lelang tender pada pengadaan ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan bahwa pembelian melalui e-katalog ternyata lebih menguntungkan pemerintah.

“Mekanisme e-purchasing ini akan memberikan keleluasaan pada pemerintah untuk memilih produk yang benar-benar sesuai kebutuhan dengan harga yang terbaik,” ujar Isnawa saat dihubungi pada Senin (4/6).

Isnawa juga mengungkapkan bahwa hal ini terbukti dari harga yang didapat oleh Dinas LH. Pada awalnya Dinas LH telah menganggarkan 12 miliar rupiah untuk pengadaan 2600 tempat sampah ini.

Namun, Dinas LH mendapatkan harga Rp 9.6 miliar yang dilakukan melalui pembelian e-katalog, sehingga ada efisiensi anggaran. Isnawa mengatakan bahwa sisanya akan dikembalikan ke kas negara.

2. Berstandar internasional

Tempat sampah yang dibeli oleh Dinas LH ini memiliki spek yang sesuai dengan standar nasional. Pembuatannya dilakukan di Jerman dan didatangkan ke Jakarta melalui PT. Groen Indonesia sebagai importir.

Isnawa juga mengatakan, bahwa Dinas LH sebenarnya ingin membeli barang dalam negeri yang berstandar nasional. Namun, ternyata tidak ditemukan barang tersebut di e-katalog.

Isnawa juga mengatakan bahwa PT Groen Indonesia memang bergerak di bidang waste management beserta pendukungnya. Perusahaan ini yang menyediakan tempat yang sama di Surabaya. Dengan demikian, secara kualitas barang ini sudah pasti tidak diragukan lagi.

3. Sudah digunakan sejak 2016

Selain itu, tempat sampah yang ukurannya 660 liter ini telah dilengkapi roda ini bukan baru dibeli sekarang. Dinas LH telah membelinya secara bertahap sejak tahun 2016, namun tidak selalu dari Jerman.

Dinas LH membeli 296 unit tempat sampah pada tahun 2016. Kemudian di tahun 2017 membeli lagi sebanyak 1.500 unit dengan rincian 1000 berukuran 660 liter dan 500 unit berukuran 120-140 liter.

(Sumber :https://megapolitan.kompas.com/read/2018/06/05/06002171/5-fakta-tentang-pengadaan-tempat-sampah-buatan-jerman-di-jakarta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *