Fredrich Sumpahi Jaksa Saat Permintaan Izin Lebaran di Rumah Ditolak Majelis Hakim

Fredrich Yunadi

SuaraDemokrasi.com – Majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menolak permintaan Fredrich Yunadi untuk keluar tahanan ketika lebaran.

Namun, penolakan itu menimbulkan kekesalan pada Fredrich yang kemudian dilampiaskan kepada jaksa KPK

“Kami bersumpah penuntut umum mendapat balasan dari Allah. Insya Allah orang tua masih hidup,” kata Fredrich di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (8/6).

Sebelumnya, Fredrich telah meminta kepada majelis hakim supaya diizinkan keluar tahanan ketika lebaran. Fredrich beralasan ingin sungkem kepada ibunya yang telah berusia 94 tahun.

Namun, permintaan itu menurut jaksa, para pegawai KPK dan pengawal tahanan juga memiliki hak untuk merayakan lebaran dan mengambil cuti.

Selain itu, pada pekan lebaran hanya sedikit pegawai yang bekerja sehingga tidak cukup untuk memberikan akomodasi dari terdakwa. Jaksa menyarankan supaya keluarga Fredrich yang datang membesuk ke Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Kembali menurut jaksa, bahwa saat hari raya, waktu kunjungan diberikan kelonggaran oleh pihak rutan. Namun, tanggapan dari jaksa itu semakin membuat kesal Fredrich.

“Kami sudah menanyakan pihak pengawal tahanan. Jadi apa yang disampaikan jaksa itu mengada-ada, sifatnya balas dendam,” kata Fredrich.

Meskipun begitu, majelis hakim tetap menolak permintaan Fredrich. Menurut Ketua Majelis Hakim Syaifudin Zuhri, waktu bersilaturahim dengan keluarga masih bisa dilakukan di lain waktu selama bulan Syawal.

Pada akhir persidangan, jaksa KPK M. Takdir Suhan mengajukan keberantannya atas ucapan negatif yang dilontarkan oleh Fredrich. Jaksa meminta supaya keberatan itu dicatat oleh majelis hakim.

(Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2018/06/08/13040051/permintaan-izin-lebaran-di-rumah-ditolak-hakim-fredrich-sumpahi-jaksa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *