Fadli Zon Membantah Telah Melakukan Penghinaan terhadap Yahya Cholil Staquf

Fadli Zon

SuaraDemokrasi.com – Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade mengatakan, jika wakil ketua umumnya Fadli Zon tidak melakukan penghinaan terhadap Katib Aan Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf, terkait dengan lawatannya ke Israel.

Hal tersebut disampaikan oleh Andre untuk menanggapi Muhammad Nuruzzaman yang memutuskan keluar dari Gerindra karena cuitan Fadli mengenai kunjungan Yahya ke Israel.

Sebelumnya, Nuruzzaman menganggap bahwa cuitan Fadli itu bernada menghinda. Nuruzzaman sendiri sebelum hengkang dari Gerindra menjabat sebagai Wakil Sekjen Gerindra.

“Bang Fadli kan tidak menghina kiai. Apa yang disampaikannya itu merupakan kritikan terhadap pejabat negara, yang merupakan anggota Wantimpres, saat mendatangi suatu negara, penjajah, yang selama ini memiliki kebijakan yang beda,” ujar Andre ketika dihubungi Rabu (13/6).

Andre juga menilai ada kejanggalan dari sikap Nuruzzaman ini. Seharusnya, kembali dikatakan oleh Andre, bila ingin keluar dari partai, cukup dengan mengirimkan surat pengunduran diri ke partai.

Sebab, lanjut Andre, hal itu sudah menjadi mekanisme mengenai pengunduran diri secara resmi, bukan mengirim surat terbuka yang kemudian disampaikan ke publik.

Dirinya meminta kepada Nuruzzaman untuk tidak menyebarkan hoax yang menyatakan Gerindra memproduksi isu SARA di Pilkada DKI.

“Nuruzzaman jika ingin mundur dari partai silahkan saja, itu haknya. Namun tolong untuk tidak menyebarkan hoax dengan menuduh partai Gerindra yang memainkan isu SARA di pilkada DKI itu tidak benar,” lanjutnya,

Sebelumnya Nuruzzaman memutuskan untuk keluar dari partai Gerindra karena tidak terima kiainya dihina saat menjadi pembicara pada sebuah acara di Israel.

Nuruzzaman merasa Fadli Zon telah menghina melalui cuitannya di twitter karena kehadirannya di Israel sebagai pembicara di forum yang diprakasai American Jewish Comitee mengenai konflik Israel-Palestina.

Sementara itu, kehadiran Kiai Yahya Cholil Staquf pada sebuah forum yang diprakarsai oleh American Jewish Comitee di Yerusalem tidah mengubah dukungan NU terhadap perjuangan Palestina untuk meraih kemerdekaan, kedaulatan, dan perdamaian.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum PB NU KH. Said Aqil Siroj seperti yang dikutip di website resmi Nadhlatul Ulama, Rabu (13/6).

NU tetap memiliki pendirian dari dulu, sekarang, dan seterusnya untuk selalu berpihak pada Palestina dan menganggap bahwa Palestina merupakan bangsa yang didzalimi dan ditindas oleh Israel serta membela Palestina adalah suatu kebenaran.

(Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2018/06/13/12100791/bantah-nuruzzaman-gerindra-anggap-fadli-zon-tak-hina-yahya-staquf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *