Ditemukan 10 Pelanggaran Saat Proses Pencoblosan pada Pilkada Riau 2018

Pilkada serentak 2018

SuaraDemokrasi.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Riau menemukan indikasi 10 pelanggaran pada pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Riau pada Rabu 27 Juni 2018, di 12 kabupaten/kota.

“Hasil pengawasan kami di semua Tempat Pemungutan Suara Pilgub se-Riau ada di 10 kabupaten/kota yang melaporkan telah terjadikan pelanggaran pada proses pencoblosan,” kata ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdian di Pekanbaru, Kamis (28/6).

Dijelaskan oleh Rusidi bahwa pihaknya secara langsung pada proses pemilihan 27 Juni 2018 telah menerima laporan demi laporan dari setiap pengawas kecamatan yang menyaksikan dan mengalaminya langsung.

Ia juga mencontohkan salah satu laporan pelanggaran yang masuk didapat dari kota Pekanbaru, Kelurahan Umban Sari, di mana Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tidak memberikan salinan daftar pemilih tetap (DPT) ke pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) yang alasannya tidak adanya biaya fotocopy.

Selain itu, pelanggaran lainnya terjadi di Kecamatan Payung Sekaki, di mana beberapa pemilih pada DPTb yang diizinkan KPPS mencoblos sebelum pukul 12.00 WIB.

“Ada di beberapa TPS, saksi, dan PTPS tidak disediakan meja dan hanya disediakan kursi oleh KPPS,” ujarnya.

Selanjutnya, Rusidi juga menyebut bahwa pihaknya juga langsung melakukan proses yang sesuai aturan berlaku dengan meneliti serta mengumpulkan bukti-bukti supaya segera diproses.

“Saat ini Panwaslu kabupaten/kota beserta jajarannya sedang melakukan pengumpulan bukti dan saksi untuk memenuhi syarat yang akan dijadikan temuan dengan terpenuhinya unsur formil dan materil,” tegasnya.

Kemudian pada pelaksanaan pilgub Riau, dari Kota Dumai, Kecamatan Dumai Timur, Kelurahan Bukit Batrem, ada tiga orang pemilih yang mencoblos tidak sesuai dengan TPS-nya. Dugaan sementara orang tersebut telah melanggar aturan PKPU No. 8 Tahun 2010 Pasal 59 ayat 2e, tentang Pemungutan Suara Ulang.

Pelanggaran lainnya adalah ditemukannya DPT ganda identik Daftar Pemilih di TPS. Kemudian, juga ada laporan dari masyarakat mengenai beredarnya foto pemilih ketika mencoblos salah satu paslon di grup whatsapp.

Selanjutnya laporan dari Kabupaten Meranti, ada kekurangan surat suara dari jumlah DPT-nya di Desa Kapau Baru, Kecamatan Tebing Tinggi Timur.

Ada pemilih yang mencoblos bukan di TPS-nya dengan membawa form AA KWK atau kertas tanda terima coklit di TPS 16, Kelurahan Selat Panjang Timur.

Temuan lainnya di Kabupaten Pelalawan, yang tingkat partisipasinya rendah, karena kurangnya surat suara di beberapa TPS di kecamatan Krumutan Desa Pangkalan Tampoi dan Desa Balam Merah.

Sementara itu masih banyak temuan pelanggaran yang ditemukan pada pelaksanaan pencoblosan di Pilkada Riau 2018.

(sumber berita : https://www.antaranews.com/berita/722112/bawaslu-temukan-10-pelanggaran-saat-proses-pencoblosan-pilgub-riau)

(sumber foto :¬†https://cdn0-a.production.images.static6.com/qV8pqLu8k-5sQEHU-z7UJNaN3Ow=/640×360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1079526/original/040106200_1449637596-20151209-Warga-Gunakan-Hak-Pilih-di-Kampung-Pilkada-Depok-Anton-2.jpg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *