Beginilah Kronologi Penangkapan Bupati Purbalingga, Tasdi

Bupati Purbalingga terkena OTT KPK

SuaraDemokrasi.com – KPK telah menetapkan Bupati Purbalingga Tasdi sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait adanya pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemkab Purbalingga, Jawa Tengah.

Tidak hanya Tasdi saja, KPK juga menetapkan Kabag Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Purbalingga, Hadi Iswanto sebagai tersangka.

“KPK telah meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan lima orang tersangka. Diduga TSD (Tasdi) sebagai penerima dan HIS (Hadi Iswanto),” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa (5/6).

Sedang tiga tersangka lainnya berasal dari pihak swasta. Ketiganya diduga yang telah memberikan gratifikasi. Ketiga tersangka itu diantaranya adalah Hamdani Kosen, Librata Nababan, dan Ardirawinata.

Dijelaskan oleh Agus, bahwa kronologi dari peristiwa OTT itu berawal dari adanya dugaan Tasdi yang memerintahkan Hadi untuk membantu Librata Nababan dalam lelang proyek pembangunan kawasan Islamic Center Purbalingga Tahun Anggaran 2017-2018.

“LN (Librata) dan HK (Hamdani Kosen) yang menggunakan PT Sumber Bayak Kreasi untuk maju dalam lelang proyek tersebut,” kata Agus.

Di awal Mei 2018 diketahui telah terjadi pertemuan di sebuah restoran. Tasdi sempat akan mengancam untuk memecat Hadi bila tidak membantu Librata di dalam lelang proyek tersebut.

“Pertengahan Mei 2018, Tasdi diduga meminta commitment fee sebesar Rp 500 juta yang telah disanggupi oleh Librata. Kemudian tanggal 26 Mei 2018, PT SBK ditetapkan sebagai pemenang lelang proyek,” ujar Agus.

Pada senin kemarin (4/6), Hamdani meminta stafnya untuk transfer uang Rp 100 juta pada staff lainnya di Purbalingga. Menurut Agus pencairan uang tersebut dilakukan di Bank BCA Purbalingga yang kemudian diserahkan kepada Ardirawinata.

Pukul 17.00 WIB, Ardirawinata menemui Hadi di jalan sekitar kawasan proyek Islamic Center Purbalingga. Diduga pertemuan itu untuk menyerahkan uang dari Ardirawinata tadi.

“AN (Ardirawinata) diduga telah menyerahkan uang sebesar Rp 100 juta kepada HIS (Hadi Iswanto) di dalam mobil Avanza yang dikendarai HIS. Setelah penyerahan uang oleh AN dan HIS kemudian berpisah.”

Sesaat kemudian, tim KPK mengamankan Ardirawinata yang ada di sekitar proyek itu dan kemudian KPK juga berhasil mengamankan Tasdi beserta ajudannya, Teguh Priyono di rumdin bupati sekitar puku 17.15.

“Tim lainnya kemudian mengejar HIS yang bergerak menuju ke kantor Sekda di kompleks Pemkab Purbalingga. Dari tangan HIS, KPK mengamankan uang Rp 100 juta yang dimasukkan ke dalam amplop coklat dan dibungkus kresek warna hitam.” ujarnya.

Kemudian keempatnya dibawa ke Polres Banyumas untuk dilakukan pemeriksaan awal. Sementara tim lainnya secara pararel di Jakarta telah menangkap Librata dan Hamdani di dua lokasi yang terpisah.

(Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2018/06/06/07132021/kronologi-penangkapan-bupati-purbalingga-tasdi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *