AHY Berpidato Lebih Realistis Dibandingkan Para Seniornya

Agus Harimurti Yudhoyono

SuaraDemokrat.com – Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsuddin memberikan pendapatnya mengenai pidato dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam pidatonya itu menurut Syamsuddin, AHY mengkritik pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla masih dalam taraf wajar.

“Apa yang dibicarakan AHY itu realitas, apa adanya. Tidak vulgar dan bahasanya juga tetap santun. Jauh dari hoax, apalagi ujaran kebencian. Beda sekali dengan pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh mereka yang lebih senior. Justru itu yang memiliki potensi menimbulkan perpecahan,” ujar Amir kepada media, Kamis (14/6).

Maka dari itu, Partai Demokrat tidak perlu khawatir jika orasi dari AHY akan membuat hubungannya dengan istana menjadi renggang.

“Bagi pihak yang mampu berpikir dewasa dan terbuka, akan terlihat picik jika orasi AHY digiring ke hubungan baik,” ujar Amir.

Terlebih Demokrat juga telah mengukur bahwa orasi yang berisi kritikan itu tak membuat hubungannya dengan istana menjadi renggang.

Bagi Demokrat, Amir melanjutkan jika partainya nantinya menjalin koalisi dengan Jokowi-JKm maka kritik-kritik itu tidak serta merta berhenti dilontarkan.

Justru kritikan itu diperlukan untuk membangun dan mencari solusi dari setiap permasalahan.

“Seandainya sejarah memanggil AHY untuk bermitra dengan pemerintah, hal itu tidak akan menghalangi apapun. Karena sekali lagi orasinya hanya mengemukakan topik-topik mengenai realita,” ujar Amir.

Di dalam orasinya selama 40 menit yang bertajuk “Mendengar Suara Rakyat”, pada Sabtu (9/6), AHY melontarkan lima kritikan bagi Jokowi-JK.

Kelima isu yang disasar AHY, adalah menurunnya daya beli masyarakat, naiknya tarif dasar listrik, berkurangnya lapangan pekerjaan, aliran tenaga kerja asing yang deras, serta revolusi mental yang dinilainya tidak berjalan.

Khusus mengenai revolusi mental, AHY dengan tegas mengatakan, “Saat pemerintah berhasil membangun ribuan kilometer jalan, ratusan jembatan, dan proyek infrastruktur lainnya, lantas ada yang patut dipertanyakan, apa kabar, revolusi mental?”

Sebelumnya kritikan yang dilontarkan AHY pada orasi yang disampaikan Sabtu (9/6) lalu bisa dibilang begitu mengejutkan.

Hal ini menjadi kali pertama AHY, mengkritik pemerintahan Jokowi-JK secara terbuka di depan publik.

Sebelumnya pada Rapimnas Partai Demokrat, Maret 2018 lalu, AHY juga sempat pidato. Namun pada pidatonya itu, dirinya mengapresiasi pemerintahan Jokowi-JK yang sukses membangun infrastruktur di bidang pekerjaan umum dan perhubungan secara signifikan.

(Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2018/06/14/16530971/demokrat-pidato-ahy-realitas-tidak-hoaks-berbeda-dengan-mereka-yang-senior)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *