500-an Warga Stabelan Mengungsi Karena Merapi Kembali Meletus Jumat Malam

Merapi meletus

SuaraDemokras.com – Kembali, jumat malam tadi (1/6) Merapi meletus freatik pada pukul 20.45 WIB. Letusan yang mengakibatkan munculnya kolom asap setinggi 2500 meter ini mengarah ke timur laut selama 1,5 jam. Akibatnya warga Dukuh Stabelan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dievakuasi ke tempat pengungsian sementara di Desa Tlogolele.

Para pengungsi tersebut jumlahnya sekitar 500 warga yang ada di tempat pengungsian sementara tersebut.

“Benar, malam ini Merapi kembali meletus. Kita sedang naik untuk melakukan evakuasi terhadap warga supaya turun ke TPPS,” demikian ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Boyolali, Bambang Sinung saat dikonfirmasi, Jumat (1//6).

Para warga yang telah mengungsi ke TPPS ke Desa Tlogolele sejak letusan freatik Gunung Merapi Jumat pagi. Bahkan ada sebagian warga yang telah kembali ke rumah masing-masing.

“Ada yang telah kembali ke rumahnya masing-masing. Karena malam ini kembali meletus, maka kita evakuasi kembali untuk dibawa ke tempat pengungsian,” tambahnya.

Untuk memenuhi kebutuhan para warga, BPBD Boyolali telah mengirim logistik, khususnya untuk berbuka puasa maupun sahur di pengungsian.

“Para warga sebenarnya sudah pintar. Begitu melihat aktivitas Merapi mereka langsung turun ke pengungsian. Setelah aman baru mereka kembali lagi ke rumahnya masing-masing.” tandas Bambang dalam keterangannya.

Sebelumnya terdengar suara gemuruh oleh sebagian warga saat terjadi letusan Merapi pada Jumat pagi (1/6). Suara tersebut disertai getaran yang terdengar hingga puluhan kilometer dari puncak Merapi.

Pejabat sementara Bupati Magelang Tavip Supriyanto mengaku, juga mendengar gemuruh tersebut mirip suara helikopter. Tavip juga merasakan getaran tersebut meski hanya sebentar.

Padahal, ketika itu Tavip masih berada di rumah dinas Bupati di Mungkin yang jaraknya sekitar 35 kilometer dari puncak Merapi.

“Suaranya sangat kencang sekali, seperti helikopter. Saya sempat kaget karena kaca jendela juga ikut bergetar,” kata Tavip ketika meninjau Pusdalops BPBD Kabupaten Magelang.

Diberitakan Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta kembali meletus pada Jumat pagi pukul 08.20 WIB yang durasinya 2 menit dengan kolom setinggi 6000 meter.

Selanjutnya pada malam harinya pukul 20.45 WIB Merapi kembali meletus dengan kolom setinggi 2500 meter. Akibat dari letusan tersebut sebagian wilayah Kabupaten Magelang bahkan Semarang terkena hujan abu.

(Sumber : https://regional.kompas.com/read/2018/06/01/21311301/jumat-malam-merapi-kembali-meletus-500-an-warga-stabelan-mengungsi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *