Suriah Mendapatkan Kritikan Karena Terpilih Sebagai Presiden Pelucutan Senjata PBB

kondisi Suriah

SuaraDemokrasi.com – Negara-negara anggota Konferensi Pelucutan Senjata PBB memberikan kritikannya terhadap Suriah, setelah terpilih sebagai presiden forum. Seperti yang dilaporkan oleh Sky News, pada Senin (28/5), sesuai alfabet, Suriah (Syria) menjadi presiden forum untuk masa bakti 28 Mei hingga 24 juni yang menggantikan Swiss.

Wakil dari Amerika Serikat Robert Wood, menyebut bahwa terpilihnya Suriah menjadi presiden forum merupakan hari terkelam di dalam sejarah Konferensi Pelucutan Senjata. Hal ini disebabkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad yang telah dituding melakukan serangan dengan menggunakan senjata kimia kepada rakyat sipil.

Secara moral rezim Damaskus tidak memiliki kredibilitas untuk duduk sebagai pemimpin forum. Maka dari itu Komunitas internasional harus menyuarakan kritiknya, demikian ungkap Wood. Tidak hanya dari Amerika Serikat, kritikan juga datang dari Kementrian Luar Negeri Inggris yang menyatakan Suriah akan mengabaikan norma serta perjanjian pelucutan senjata.

Menurut Kemenlu Inggris, dirinya memahami bahwa terpilihnya Suriah tersebut tidak bisa ditolaknya. Namun dirinya juga menyatakan kecuali Suriah mengundurkan diri maka terpilihnya sebagai presiden forum tersebut otomatis gugur. Politisi Israel, Yair Lapid, menyebutkan bahwa keputusan PBB dengan memilih Suriah sebagai Presiden CD merupakan keputusan yang paling absurd.

Lapid menegaskan bahwa bagaimana bisa yang lain menerima keputusan PBB dengan memilih diktator yang telah membunuh 500 ribu rakyatanya? CD harus membatalkan keputusan tersebut, imbuhnya.

Diberitakan sejumlah 70 orang tewas dan 500 orang lainnya mengalami luka akibat serangan yang telah dilakukan militer Suriah di Douma, yang merupakan markas pemberontak di Ghouta Timur pada April lalu. Akibat dari serangan tersebut, Rusia bereaksi saat negara Barat seperti Amerika Serikat dan Inggris menyebut rezim Assad telah menggunakan senjata kimia terhadap para pemberontak.

Pihak Rusia menyatakan telah memiliki bukti yang menyatakan Inggris telah terlibat secara langsung dalam mengatur aksi provokatif tersebut, demikian yang dibeberkan jubir kementrian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov.

Selanjutnya untuk mengantisipasi hal tersebut, telah dibentuk tim pencari fakta yang dikirim oleh organisasi pelarangan senjata kimia (OPCW) ke Suriah. Tim pencari fakta tersebut telah membawa hasil sampel serta hasil wawancara dari kota Douma.

(Sumber : https://internasional.kompas.com/read/2018/05/28/23173001/terpilih-jadi-presiden-perlucutan-senjata-pbb-suriah-dikritik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *