Serangan Udara yang Diluncurkan Pada Wilayah ISIS di Suriah Menyebabkan 23 Warga Sipil Tewas

Kejadian adanya serangan udara yang menghantam kawasan desa pada Suriah Timur Laut, ternyata diduduki oleh ISIS. Serangan tersebut berlangsung pada hari Selasa tanggal 1/5/2018. Dari serangan yang ada setidaknya 23 warga sipil diantaranya juga termasuk anak-anak sudah jadi korban tewas atau meninggal dunia.

SuaraDemokasi.com – Kejadian adanya serangan udara yang menghantam kawasan desa pada Suriah Timur Laut, ternyata diduduki oleh ISIS. Serangan tersebut berlangsung pada hari Selasa tanggal 1/5/2018. Dari serangan yang ada setidaknya 23 warga sipil diantaranya juga termasuk anak-anak sudah jadi korban tewas atau meninggal dunia.

Belum terdapat pihak yang mau mengaku terkait dengan tindak serangan di Suriah tersebut. Akan tetapi Observatorium Suriah, sebagai bagian organisasi pengawasan hak asasi manusia yang mana berbasis di Inggris, memberikan pernyataan antara koalisi pimpinan AS maupun pasukan Irak.

Dikutip dari kompas.com, yang mana belum diketahui dengan pasti apakah serangan yang ada dilakukan oleh koalisi dari pimpinan AS atau malah pasukan irak. Seperti ini, “Kamu tidak mengetahui saat ini apakah serangan dilakukan koalisi internasional pimpinan AS atau dari pasukan Irak,” tulis pernyataan dari Observatorium Suriah.

Organisasi pengawas itu masih bergantung pada informasi yang didapat dari jaringan di lokasi. Ada dua pihak yang mana diyakini ada dibalik atau berperan dalam serangan ini, yakni antara koalisi pimpinan AS yang mendukung aliansi Kurdi-Arab dan telah membantu memerangi ISIS pada Suriah Timur, sebagai daerah yang berbatasan secara langsung dengan Irak.

Sedangkan Irak, pada awalnya juga sudah melancarkan serangan pada markas ISIS di Suriah, termasuk juga bulan lalu pada provinsi timur Deir Ezzor. Di bulan Februari lalu, serangan udara yang dilancarkan koalisi AS sudah membuat tewas 25 warga sipil yang ada di desa Shaafah, provinsi Deir Ezzor.

Koalisi juga memberikan pernyataan yang mana pihaknya telah melakukan segala cara supaya bisa mencegah timbulnya korban dari warga sipil di dalam serangannya. Namun ternyata di pekan lalu, koalisi pimpinan AS memberikan penyataan bahwa, serangan udaranya sudah menyebabkan 28 warga sipil tewas di Irak ataupun Suriah selama tahun 2017.

Sejak 2014, serangan dari koalisi AS yang ada di Irak serta Suriah dikabarkan telah menelan setidaknya 883 korban dimana korban tersebut adalah warga sipil. Kelompok teroris yang dideklarasikan di tahun 2014, telah kehilangan banyak wilayah di Suriah ataupun Irak, sejak diusir dari kedua negara tersebut.

 

 

 

Sumber: https://internasional.kompas.com/read/2018/05/01/23480121/serangan-udara-ke-wilayah-isis-di-suriah-23-warga-sipil-tewas

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *