Presiden Dari Palestina Meminta Agar Anak-anak Dijauhkan Dari Perbatasan Gaza

Presiden dari Negara Palestina yaitu Mahmoud Abbas meminta kepada semua warganya agar tidak melibatkan anak-anak dalam melakukan beberapa aksi protes pada sepanjang perbatasan Gaza dengan Israel. Beliau juga memperingatkan bahwa dirinya tidak ingin jika generasi muda sebagai cikal bakal masa depan dari Palestina akan menjadi generasi cacat

SuaraDemokrasi.com – Presiden dari Negara Palestina yaitu Mahmoud Abbas meminta kepada semua warganya agar tidak melibatkan anak-anak dalam melakukan beberapa aksi protes pada sepanjang perbatasan Gaza dengan Israel. Beliau juga memperingatkan bahwa dirinya tidak ingin jika generasi muda sebagai cikal bakal masa depan dari Palestina akan menjadi generasi cacat.

Dikutip dari kompas.com, “Jauhkan para pemuda dari perbatasan, pindahkan anak-anak dari sana. Kami tidak ingin mereka menjadi orang-orang cacat,” ujar Abbas dalam pidatonya saat berada di Ramallah, Tepi Barat, pada Senin tanggal (30/4/2018).

Sedikitnya telah ada 48 orang warga Palestina yang mana tewas selama aksi protes dilakukan pada perbatasan Jalur Gaza dengan Israel yang diawali sejak 30 Maret 2018. Enam orang di antara korban tewas merupakan mereka yang masih berusia anak-anak atau belasan tahun bahkan juga lebih muda.

Sementara ratusan korban lainnya mengalami luka yang disebabkan terkena tembakan peluru tajam dimana kala itu dilepaskan oleh militer Israel. Dikutip dari kompas.com Presiden Abbas, dalam pertemuan Dewan Nasional Palestina yang jarang terjadi, menyatakan pemberian dukungan terhadap aksi protes secara damai pada sepanjang perbatasan.

Namun Abbas memberikan penekanan, bahwa semua warga harus melindungi pemuda serta anak-anak sebagai generasi masa depan untuk negara Palestina. Pertahanan yang dilakukan pemerintah Israel pada para peserta aksi yang mana dinilai cukup berlebihan karena mengerahkan pasukan militer serta menggunakan peluru tajam.

Koordinator Khusus PBB yang memiliki tugas untuk Perdamaian Timur Tengah, Nickolay Mladerov memberikan kecaman atas tindakan militer Israel yang kala itu menewaskan seorang anak remaja dengan usia 15 tahun akibat terkena tembakan.

“Ini sangat memalukan untuk menembaki anak-anak. Mereka harus dilindungi dari kekerasan, bukan justru menjadi sasaran,” ujar Mladerov pada akun Twitter miliknya. Sekjen PBB Antonio Guterres bersama dengan Uni Eropa seudah meminta agar dilakukan investigasi secara independen terhadap kematian dari para korban.

Israel ternyata memberikan penolakan atas usulan tersebut dan berdalih sekadar melepaskan tembakan ketika benar-benar diperlukan dengan tujuan untuk melindungi pagar perbatasan, mencegah penyusup serta menghalau para penyerang. Namun sepanjang aksi protes yang sudah memasuki minggu kelima ini, para korban yang ada hanya dari pihak Palestina.

 

Sumber: https://internasional.kompas.com/read/2018/05/01/13512831/presiden-palestina-minta-anak-anak-dijauhkan-dari-perbatasan-gaza

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *