Penghargaan dari Polisi Diberikan Kepada Dua Pemuda yang Melawan Begal

Pemuda lawan begal

SuaraDemokrasi.com – Kepolisian Resor Kota Bekasi memberikan penghargaan kepada Mohamad Irfan Bahri dan Ahmad Rafiki. Dimana kedua pemuda tersebut sebelumnya melakukan perlawanan atas aksi pembegalan yang terjadi di Jembatan Layang Sumarecon, Bekasi pada Rabu (28/5) lalu. Dalam perlawanan tersebut, diketahui pelaku begal tewas di tangan kedua pemuda tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Indarto mengatakan, bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada mereka atas keberaniannya serta kemampuannya dari keduanya dalam melawan kejahatan.

Dalam pernyataannya, Kombes Indarto mengatakan, penghargaan yang diberikan tersebut merupakan bentuk apresiasi serta kemampuan keduanya dalam melawan kejahatan. Kejahatan yang dilawannya ini bukan kejahatan yang main-main. Yang dilawan merupakan aksi tindakan perampokan. Demikian seperti yang dikatakan Kombes Indarto di Lapangan Mapolres Metro Bekasi, Kamis (31/5).

Selain itu, dirinya juga menjelaskan mengenai keberanian keduanya yang bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat Bekasi serta anggota kepolisian untuk terus melawan setiap aksi kejahatan. Penghargaan yang diterimanya tersebut, maka Irfan dan Rafiki diangkat menjadi warga negara kehormatan Polres Metro Bekasi Kota, tandas Indarto.

Lebih lanjut dirinya akan mengundang keduanya dalam berbagai kegiatan yang akan dilakukan Polres Metro Bekasi Kota. Menurut Indarto, nanti di saat-saat berlangsung kegiatan di lingkungan Polrestabes dan kebetulan mereka berada di sini, maka akan diundang. Karena, sekali lagi, mereka berdua yang telah memberikan inspirasi bagi kota Bekasi.

Irfan dan Rafiki sebelumnya menjadi korban begal saat berada di Jembatan Layang Sumarecon, Bekasi pada Rabu malam lalu. Ketika itu, Irfan dan Rafiki tengah berfoto-foto ditodong oleh pelaku yang berinisial AS dan IY. Todongan dengan menggunakan clurit itu dilakukan sambil meminta telepon genggam milik Irfan dan Rafiki.

Namun, permintaan mereka itu tidak dilayani oleh Irfan dan Rafiki. Pada akhirnya keduanya terlihat perkelahian. Pada kesempatan tersebut, Irfan berhasil merebut clurit dan melukai AS. AS yang mengalami luka-luka kemudian tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. Kemudian setelah itu mereka melaporkan apa yang dialaminya ke Kepolisian Metro Bekasi Kota.

(Sumber : https://megapolitan.kompas.com/read/2018/05/31/09401191/dua-pemuda-yang-melawan-begal-di-bekasi-dapat-penghargaan-dari-polisi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *