Pemberantasan Terorisme Tidak Perlu Dikotak-kotakkan untuk TNI atau Polri

Gatot Nurmantyo

SuaraDemokrasi.com – Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa pelibatan TNI menjadi poin yang penting dalam Rancangan Undang-Undang Antiterorisme yang baru saja disahkan. Meski demikian, pemberantasan terorisme tidak perlu ada kotak-kotak hanya untuk polri dan TNI. Makin banyak pihak yang terlibat tentu akan lebih efektif dalam memberantas terorisme.

Menurutnya, teroris bukan hanya untuk TNI bukan hanya untuk polisi. Siapapun itu yang merupakan komponen masyarakat dan bangsa berhak untuk melakukan pemberantasan terorisme. Demikian yang dikatakan Gatot saat ditemui di Senayan Jakarta, Jumat (25/5).

Ditambahkan pula dalam pembahasan UU Antiterorisme, TNI tidak mempunyai ambisi apapun untuk dilibatkan. Keterlibatan TNI, menurutnya dalam pemberantasan terorisme merupajan bentuk kepatuhan terhadap hukum. Lebih lanjut dikatakan, “TNI tidak memiliki keinginan. Namun TNI patuh terhadap hukum. Jadi hukum yang menentukan apapun juga. TNI sangat loyal terhadap hukum. Karena panglima tertinggi dari TNI itu adalah hukum.” lanjut Gatot dalam pernyataannya.

Pelibatan TNI di dalam upaya pemberantasan terorisme dinyatakan secara tidak langsung dan berpayung hukum pada Undang Undang Nomor 34 Tahun 2004, tentang TNI, yaitu terkait operasi militer selain perang. Namun, hal tersebut masih harus didetailkan dengan Peraturan Presiden.

Jadi, menurut Gatot sudah diputuskan melalui Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 mengenai keterlibatan TNI dalam pemberantasan terorisme dan ditegaskan dalam Perpres. Sebelumnya DPR mengesahkan Revisi Undang-Undang No. 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (Antiterorisme) menjadi Undang-Undang.

Setelah DPR mengesahkannya maka pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden mengenai pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme. Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko menjelaskan, bahwa Perpres tersebut mengatur secara teknis bagaimana TNI terlibat untuk membantu Polri melaksanakan tugasnya dalam memberantas terorisme di Indonesia.

Perpres itu nantinya bersifat taktikal, tentang bagaimana teknis operasi, demikian seperi yang dituturkan Moeldoko di Kompleks Istana Presiden Jumat petang kemarin. Secara entitas, TNI yang akan dilibatkan sudah disiapkan dengan adanya Komando Operasi Khusus Gabungan yang komponennya terdiri dari personel yang berlatar belakang satuan elite tiga matra TNI, yaitu TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

(Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2018/05/25/20030331/pemerintah-siapkan-perpres-pelibatan-tni-dalam-pemberantasan-terorisme-ini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *