Menteri BUMN Meninja Proyek Kereta Setelah Pinjaman China Cair

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meninjau lokasi pada proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

SuaraDemokrasi.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meninjau lokasi pada proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Proyek yang sedang dalam pengerjaan ini dibangun oleh PT Kereta Cepat Indonesia China yang mana merupakan perusahaan konsorsium China dan konsorsium BUMN Indonesia.

Mengutip dari Kontan.id, Menteri BUMN pada Rabu (02/05/2018), tiba dilokasi proyek pada pukul 08.22 WIB. Kedatangannya langsung disambut oleh Delegasi dari China Railway Corporation (CRC) diantaranya ada President of CRC LU Dong Fu serta delegasi kedutaan Besar China untuk Indonesia.

Kunjungan dari Delegasi China tersebut juga bertujuan untuk meninjau proyek KCJB secara langsung guna mencari langkah yang tepat untuk mendukung percepatan proyek yang kini menjadi salah satu dari Proyek Strategis Nasional di Indonesia.

“Baik pemerintah Indonesia, maupun pemerintah China senantiasa memastikan dan menjaga kualitas pekerjaan konstruksi kereta cepat ini,” ujar Rini di Halim, Jakarta, Rabu (02/05/2018), dikutip dari Kompas.com.

Proyek Kereta Cepat yang sudah dimulai sejak Januari 2016 lalu itu memiliki panjang total alient hingga 142,3 kilometer. Kereta cepat ini nantinya akan melewati sembilan Kabupaten atau Kota serta memiliki tempat pemberhentian empat stasiun, yaitu stasiun Bandung, Walini, Karawang dan Halim.

Perkembangan untuk pengerjaan tunnel 1 yang sudah ditinjau telah menyelesaikan pemadatan konstruksi jalan beton seluas 2.700 meter persegi, penyelesaian pembangunan jalan akses, dan menyelesaiakan pengerjaan bengkel rebar.

Kemudian untuk Inlet Tunnel 1 sepanjang 1.830 meter yang rencananya akan dikerjakan selama 26 bulan tersebut merupakan salah satu titik kritis dari semua total 16.375 meter tunnel.

Selain itu, untuk pembebasan lahan proyek KCJB ini telah mencapai 64,2 persen dan seiring dengan percepatan pembangunan akan segera dirampungkan pembebasan lahannya.

“Perkembangan pembangunan kereta cepat ini semakin menunjukkan kemajuan yang lebih baik. Pada saatnya nanti, proyek ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Rini.

Sekadar informasi, kereta cepat ini mengadopsi teknologi EMU FUXING yang dikembangkan sendiri oleh China. Tidak hanya itu, sistem tiket juga memiliki fungsi pemesanan penjualan, pergantian, pengembalian uang kompensasi, inspeksi dan pemeriksaan tiket.

Sumber: https://ekonomi.kompas.com/read/2018/05/02/112017426/pinjaman-dari-china-mulai-cair-menteri-bumn-tinjau-proyek-kereta-cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *