Menghadiri Deklarasi Cagub NTT, 12 ASN di Sumba Timur Ditegur Oleh Komisi ASN

Sejumlah 12 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) diberikan peringatan keras oleh Komisi ASN. Mereka ditegur sebab sudah menghadiri deklarasi dari salah satu pasangan calon gubernur NTT.

SuaraDemokrasi.com – Sejumlah 12 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) diberikan peringatan keras oleh Komisi ASN. Mereka ditegur sebab sudah menghadiri deklarasi dari salah satu pasangan calon gubernur NTT.

Komisioner dari Bawaslu NTT Jemris Fointuna memberikan pernyataan bahwasanya, 12 ASN itu hadir di dalam deklarasi pasangan antara Calon Gubernur NTT Viktor Laiskodat dengan Yosef Nae Soi saat berada di Lapangan Pemuda Matawai, Kecamatan Kota Waingapu, Sumba Timur, tanggal 6 Januari 2018.

Dikutip dari kompas.com, “Surat dari Komisi ASN dikeluarkan 17 April 2018, dengan perihal rekomendasi atas pelanggaran netralitas ASN di Sumba Timur. Surat itu ditujukan untuk bupati Sumba Timur, dengan tembusannya salah satunya untuk Bawaslu NTT,” ujar Jemris, pada hari Selasa tanggal (1/4/2018).

Menurut Jemris, Komisi ASN telah menerima laporan dari Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Sumba Timur, terkait adanya 12 ASN yang ikut serta dalam deklarasi pasangan Cagub, di tanggal 18 Januari 2018.

Jemris menjelaskan, 12 ASN tersebut adalah Juspan selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoy selaku Asisten Pemerintahan dan Kesra. Kemudian Marthen Kalukur Lijang selaku Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, Penilaian Kinerja, Penghargaan dan Pembinaan Disiplin Aparatur pada BK dan PSDMD. Dilanjutkan dengan Tinus Ndjurumbaha selaku Kepala Bidang di Dinas Ksesehatan, Diana Novita Rambu Ata selaku Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Pangan, dan Yohanis Gah selaku Sekretaris Bappeda.

Masih berlanjut pada Marthinus T Hinggiranja selaku Kepala Sub Bagian pada Bagian Pemerintahan dan Otda dan Anton Agustinus Pombu selaku Kepala Seksi di Dinas Pariwisata. Serta Frans Eduard Mangi Staf di Dinas Perindag, Umbu Ngadu Ngamu selaku Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan), Octaviana Atalinda (Staf di BKPSDMD dan Fekky AM Parinussa selaku Guru SD Bangawatu.

Tim Komisi ASN selanjutnya klarifikasi akan kasus dari 12 ASN. Mereka memberikan pengakuan menghadiri deklarasi tersebut, untuk mendengarkan visi misi dari pasangan Cagub-Cawagub dan menonton hiburan dari artis dangdut Inul Daratista.

Dikutip dari kompas.com “Namun setelah dilakukan telaah oleh Komisi ASN terhadap keterangan 12 ASN dan juga dokumen lainnya yang diperoleh, 12 ASN itu tidak terbukti melakukan tindakan politik praktis,” ujar  Jemris.

Oleh sebab itu, 12 ASN hanya diberikan peringatan supaya di waktu mendatang tidak lagi mengulangi perbuatan yang sudah dilakukan. Hal itu juga menjadi pembelajaran untuk ASN lainnya yang berada di Kabupaten Sumba Timur, agar tidak terlibat di dalam politik praktis.

 

 

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2018/05/02/08020271/hadiri-deklarasi-cagub-ntt-12-asn-sumba-timur-ditegur-komisi-asn

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *