Investor Belum Puas Atas Reformasi Perizinan dan Ekonomi

Disebutkan bahwa mengenai Reformasi Perizinan dan perekonomian menjadi salah satu persoalan untuk para investor dalam penanaman modal di Indonesia.

SuaraDemokrasi.com – Disebutkan bahwa mengenai Reformasi Perizinan dan perekonomian menjadi salah satu persoalan untuk para investor dalam penanaman modal di Indonesia.

Sebagaimana yang dituturkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Thomas Trikasih Lembong bahwa anggapan tersebut dilihat dari hasil diskusinya terhadap para investor, khususnya bagi yang berskala besar.

Sebagian besar investor, menurut Thomas, para investor menilai reformasi perizinan dan perekonomian Indonesia dianggap masih saja kurang bila dibandingkan dengan negara-negara lain.

“Faktor besarnya adalah momentum reformasi perizinan dan reformasi perekonomian yang terus terang sampai saat ini masih belum memuaskan,” ungkap Thomas di kantornya, dikutip dari Kompas.com, Senin (30/04/2018).

Thomas pun mencontohkan, salah satu persoalan yang menjadi perhatian besar para investor yaitu tentang perizinan untuk tenaga kerja asing (TKA).

Menurut para investor, peraturan mengenai TKA yang belum lama ini dikeluarkan oleh pemerintah, yaitu Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan TKA, dinilai belum benar-benar memudahkan jika dilhat dari sisi perizinan, baru sebatas kemudahan prosedur saja, ungkap Thomas.

Thomas pun melanjutkan, dalam hal lain, para investor juga menyinggung mengenai ketentuan kebijakan baru insentif tax holiday.

Atas ketentuan kebijakan bru tersebut yang diatur oleh Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Thomas pun mengapreasiasi, hanya saja, lanjut dia, masih ada beberapa komponen yang dirasa belum unggul bila dibandingkan dengan kebijakan di negara lain.

“PMK ini masih mentok dimaksimum 20 tahun di tax holiday, sementara di Tiongkok dan Vietnam sudah puluhan tahun memberikan tax holiday 30 tahun,” ujar Thomas.

Kendati demikian, Thomas tetap mengaperesiasi Menteri Keuangan Srim Mulyani Indrawati yang dalam berbagai kesempatan telah menjanjikan untuk selalu menyesuaikan aturan tersebut untuk kenyamanan investor berinvestasi di Indonesia.

“Ibu Menteri Keuangan menyampaikan, tidak usah khawatir, aturannya akan terus direvisi sampai kita bisa mengejar ketertinggalan kita dari negara-negara tetangga,” kata Thomas.

Thomas pun berharap agar insentif pajak yang sudah ada saat ini tidak akan berhenti tetapi sebaliknya akan terus berkembang lagi hingga bisa menarik lebih banyak investor ke Tanah Air.

Sumber: https://ekonomi.kompas.com/read/2018/05/01/151318526/reformasi-perizinan-dan-ekonomi-belum-puaskan-investor

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *