Indonesia akan Menjadi yang Terbesar Se-Asia Tenggara di Dalam Ekonomi Digital

Ekonomi digital RI

SuaraDemokrasi.com – Indonesia yang akan semakin terdepan di dalam ekonomi digital di Asia Tenggara gaungnya semakin dirasakan. Hal ini juga disampaikan oleh Presiden RI, Ir Joko Widodo pada Februari 2016 lalu. Menurut Jokowi, nilai ekonomi digital di negeri ini pada tahun 2020 nanti besarnya mencapai 130 juta dolar AS.

Bukan tanpa alasan Jokowi memiliki optimisme demikian. Penggunaan internet di Indonesia semakin bertumbuh pesat. Selain itu aliran modal juga kian meningkat masuk ke ekosistem digital Indonesia. Dua indikasi tersebut menjadi tanda bahwa visi dari pemerintah mampu diwujudkan.

Hasil survei dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) telah mencatat jumlah pengguna internet di Indonesia di tahun 2017 mencapai 143,26 juta orang. Angka tersebut lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya pada 2016 yang hanya 132,7 juta, di tahun 2015 110,2 juta orang, dan di tahun 2014 hanya 88,1 juta pengguna internet.

Selain riset dari APJII, Google bersama Temasek juga memberikan hasil risetnya yang telah dipaparkan pada Agustus 2016, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan internet di Indonesia merupakan yang paling pesat di dunia. Rata-rata jumlahnya bertambah 19% per tahun.

Dari hasil tersebut, maka diproyeksikan pada tahun 2020 pengguna internet di Indonesia jumlahnya mencapai hingga 215 juta orang, dari yang sebelumnya hanya 92 juta orang di tahun 2015. Kemudian untuk nilai pasar online di Indonesia juga diprediksi akan mencapai 81 miliar dolar AS sebelum tahun 2025. Dimana e-commerce yang memberikan sumbangannya sebesar 57% atau 46 miliar dolar AS.

Kondisi ekonomi digital di Indonesia saat ini diyakini banyak pihak memiliki kemiripan dengan kondisi Cina pada 5-7 tahun silam. Adanya kemiripan tersebut diakui oleh para pengusaha dan investor dari negeri tirai bambu tersebut. Seperti yang ditulis oleh venturbeat.com Minggu (29/1/2017), di Juni 2015 ada 7 orang yang merupakan gabungan dari pengusaha dan investor berpengaruh dari Cina datang ke Indonesia untuk bertemu dengan startup founder lokal.

Dari pertemua tersebut mereka memberikan penilaiannya bahwa ada kemiripan antara kondisi Indonesia saat ini dengan Cina di sekitar 5-7 tahun lalu. Terutama saat ini di Indonesia telah memiliki 3 startup unicorn, yakni Tokopedia, Traveloka, dan Gojek.

(Sumber : https://ekonomi.kompas.com/read/2018/05/29/035200326/jangan-jadi-penonton-saat-ekonomi-digital-ri-terbesar-se-asia-tenggara)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *